Motion design
Anoa Memindahkan Rumah Panggung
Animasi kartun bergaya gambar tangan tentang tradisi Bugis Mappalette Bola: sekawanan anoa bersarung kotak-kotak menyelipkan bambu di bawah rumah panggung, mengangkatnya serentak sambil mengejan, lalu memikulnya menyeberangi sawah dengan ayam ikut menumpang di atap. Rumah diturunkan di tempat baru, semua bersorak di depan hidangan, lalu senja turun dengan pesan berat sama dipikul.
Prompt
Buat video animasi 20 detik, 16:9, bergaya kartun gambar tangan di canvas 2D tentang tradisi Bugis Mappalette Bola (memindahkan rumah panggung beramai-ramai). Tokoh utamanya anoa, kerbau kerdil Sulawesi, sebagai maskot: badan bulat cokelat kehitaman, dua tanduk pendek lurus, telinga melintang berbagian dalam merah muda, mata bulat besar bercincin putih, moncong krem dengan hidung hitam dan senyum, bercak krem di pipi, tanda bulan sabit krem di dada, kaki berkaus putih, memakai sarung kotak-kotak berwarna cerah. Semua garis tebal berwarna tinta gelap dan 'bergetar' sekitar 8 kali per detik seperti animasi gambar tangan, isian warna datar, tekstur kertas tipis dan vignet. Potongan adegan cepat dengan kilatan putih singkat, zoom dan guncangan kamera. Adegan: (1) pagi di kampung, langit biru ke kuning, rumah panggung kayu beratap pelana dengan timpa laja bertingkat dan tanduk silang di puncak, anoa berdatangan dari kiri dan kanan lalu melambai; judul 'Mappalette Bola' dan teks kecil 'Pindah rumah, sekampung ikut mengangkat'. (2) Di kolong rumah, lima anoa besar memegang batang bambu di atas kepala, aba-aba 'Satu... Dua... TIGA!' muncul bergantian sambil mereka menekuk lutut. (3) Close-up satu anoa di depan latar sinar merah-oranye berputar, wajah mengejan: mata terpejam rapat berbentuk '>' '<', gigi bergemeletuk, pipi menggembung kemerahan, keringat bercucuran, teks kecil 'Hmmph... tahan!'; lalu rumah terangkat dengan garis kecepatan, bintang memercik, wajahnya berubah tersenyum lebar penuh kemenangan dan teks 'ANGKAT!'. (4) Tampak samping melebar: rumah diikat ke satu batang bambu panjang yang ditopang tangan terangkat dua baris anoa (baris belakang lebih kecil, mengintip di sela baris depan) yang berjalan menyeberangi sawah, latar bukit, pohon kelapa dan pematang bergeser paralaks, debu di kaki, anak anoa berlari membawa kincir angin kertas, ayam bertengger di atap; teks 'Seratus Kaki, Satu Rumah'. Sisipan kilat: close-up bubungan dengan dua kayu tanduk silang membentuk huruf X dan ayam putih mengepak di sampingnya, balon 'Petok!' menunjuk ke paruhnya. (5) Rumah diturunkan dengan guncangan dan kepulan debu, bintang kecil memercik, anoa melompat bersorak di depan tikar berisi barongko, nasi ketan, dan teh manis mengepul; teks 'Tiba!'. (6) Senja ungu-jingga, bulan naik, jendela rumah menyala hangat, asap mengepul dari cerobong dapur kecil di samping rumah, kunang-kunang, kamera menjauh perlahan; penutup 'Berat Sama Dipikul' dan 'Ringan sama dijinjing'. Font judul Lilita One dengan garis tinta dan bayangan merah, teks kecil Patrick Hand yang muncul seperti diketik.



