Motion design
Flamboyan di Kota Kelabu
Iklan sinematik gelap untuk gerakan tanam kota fiktif Rimbun: barisan warga kelabu berbaris serempak di bawah menara jam, lalu satu sosok oranye menanam benih di retakan alun-alun beton dan sebatang pohon flamboyan tumbuh menyala, menutupi menara jam dengan bunga merah jingga.
Prompt
Buat iklan sinematik 20 detik untuk gerakan tanam kota fiktif bernama Rimbun, digambar penuh dengan canvas 2D. Dunianya kota distopia yang dingin: alun-alun beton abu kebiruan dengan lantai berperspektif ke satu titik hilang, gedung kotak berjendela redup, kabut tipis, grain film, vignette berat, dan sebuah menara jam raksasa di tengah yang wajah jamnya bersinar putih dingin. Semua warga adalah siluet gelap bermantel dengan cahaya tepi kebiruan, berbaris dalam banyak lapis kedalaman dan melangkah serempak dengan fase kaki yang sama persis. Satu-satunya warna hangat adalah sosok oranye menyala (#ff6a2b) yang membawa tunas kecil bercahaya.
Alur:
0-5,3 dtk: alun-alun lebar, kamera mendorong pelan, jarum jam berdetak per detik. Teks kecil huruf kapital berjarak lebar di bawah: "PUKUL 07.00. SEMUA BERJALAN SESUAI JADWAL."
5,3-9,4 dtk: potong ke lorong beton tampak samping dengan pilar dan lampu neon garis. Kamera mengikuti sosok oranye yang berjalan melawan arus siluet kelabu, percikan bara jingga tertinggal di belakangnya. Teks: "SAMPAI SESEORANG MEMBAWA SESUATU YANG HIDUP."
9,4-12,6 dtk: kembali ke alun-alun. Barisan melambat lalu berhenti, kerumunan membelah ke kiri dan kanan. Sosok oranye berlutut di retakan lantai, menanam benihnya, retakan menyala dan cahaya berdenyut. Jarum jam berputar liar lalu macet. Teks: "BENIH TIDAK PERNAH MENUNGGU GILIRAN."
12,6-17,2 dtk: sebatang pohon flamboyan tumbuh cabang demi cabang dari retakan, tajuknya melebar seperti payung, ribuan bunga merah jingga mekar, kelopak beterbangan, lampu menara jam padam, dan cahaya tepi semua warga berubah dari biru ke jingga. Kamera mundur memperlihatkan pohon yang menutupi menara jam.
17,2-20 dtk: kartu penutup di atas pohon yang meredup: kata RIMBUN besar, lalu kalimat "Kota ini milik yang menanam." dan baris kecil "Gerakan tanam kota, mulai dari satu benih". Kelopak terus berjatuhan sampai akhir. Perpindahan adegan memakai potongan cepat dengan kedip hitam singkat, gerak memakai easing halus.



