Explainer
Menyelam ke Daun Talas yang Kering
Kamera menukik tanpa putus dari sehelai daun talas berhias butiran air, menembus ladang papila dan hutan kristal lilin, sampai ke rantai molekul lilin yang membuat molekul air memantul. Penggaris skala di sisi kanan mencatat perjalanan dari puluhan sentimeter ke beberapa nanometer.
Prompt
Buat video penjelas 3D 20 detik dengan Three.js berukuran 1280x720 di latar hampir hitam: satu tarikan kamera tanpa potongan yang menukik dari sehelai daun talas ke skala molekul untuk menjawab kenapa daun talas tidak pernah basah. Kamera miring sekitar 45 derajat, terus mengorbit pelan sambil menyelam ke satu titik fokus; tiap tingkat skala adalah scene terpisah yang membesar di sekitar titik itu, dan perpindahannya memakai topeng lingkaran yang melebar dari titik fokus dengan garis cahaya tipis hijau mint di tepinya (composite shader dua render target). Tingkat 1: daun talas berbentuk hati dengan tekstur canvas prosedural (tulang daun menjalar dari pangkal tangkai, gradasi hijau tua), butiran air bulat dari material kaca transmisi yang bergoyang pelan, satu butiran menggelinding melintasi daun, bayangan lembut di bawah tiap butir. Tingkat 2: ladang ribuan tonjolan papila hijau pucat bersusun heksagonal di atas sel epidermis, dengan butiran air raksasa yang hanya bertumpu di puncak papila. Tingkat 3: satu puncak papila yang ditumbuhi ribuan kristal lilin krem seperti hutan batang, dengan butir kabut kecil yang duduk di ujung kristal. Tingkat 4: kisi rantai karbon zig-zag (atom karbon abu batu, hidrogen putih) yang berakhir di satu tepi sehingga bentuk rantainya terlihat, sementara molekul air merah-putih berdatangan, memantul, dan meninggalkan riak cincin. Label penunjuk bergaris tipis menempel pada objek di tiap tingkat. HUD: judul di kiri atas, keterangan tahap berganti di kiri bawah, dan penggaris skala logaritmik di kanan dengan penanda yang bergerak dari sekitar 70 cm ke sekitar 3 nm. Tutup dengan kesimpulan: lilin ditambah udara membuat daun selalu kering, sudut kontak sekitar 160 derajat. Semua teks bahasa Indonesia, tipografi Plus Jakarta Sans dan JetBrains Mono, tanpa jeda diam.



