3D
Perjalanan Air di Sawah Subak
Diorama 3D isometrik bergaya pastel sebuah bukit sawah berundak: air dari mata air turun lewat saluran, mengisi undakan satu per satu, lalu padi tumbuh, bebek berbaris di pematang, padi menguning, dan panen bergerak dari undakan teratas sampai malam. Di sampingnya panel Catatan Subak mencatat setiap kejadian secara langsung.
Prompt
Buat diorama 3D isometrik dengan Three.js tentang satu musim tanam di sawah subak: bukit sawah berundak bergaya low-poly pastel, mata air dan bendung di puncak, saluran yang mengalirkan butiran air bercahaya ke bawah, sungai di kaki bukit, pondok, lumbung, pohon kelapa, petani bercaping, kawanan bebek yang berjalan berbaris, dan kuntul. Air mengisi undakan dari atas ke bawah dengan shader genangan yang memantulkan langit, lalu bibit tumbuh, padi menguning, dan panen bergerak dari undakan teratas sehingga petak yang sudah dipanen berubah pucat dengan ikatan padi di pematang, sementara cahaya berganti pagi, siang, hujan, senja, dan malam dengan lampu pondok serta kunang-kunang. Tampilkan seperti aplikasi peta: label melayang di atas tempat penting, kartu sorotan tahap, tombol Pagi/Siang/Senja/Malam dan Cerah/Hujan, panel samping "Catatan Subak" yang terus menerima kabar baru, dan ticker aliran air di bawah. Kamera ortografis mengikuti air turun, lalu perlahan mundur sampai seluruh bukit dan tepi diorama terlihat di malam hari.



