Motion design
Rendang Butuh Sabar
Sebuah resep nenek berubah jadi cerita empat jam memasak rendang: daftar bahan dicentang satu per satu, lembar resep tergulung ke atas, lalu wajan miring berisi santan kuning dan potongan daging perlahan menggelap jadi kalio dan akhirnya rendang kering, sementara meteran kematangan di bawah naik dari 0 sampai 100 persen dan ditutup headline "Kesabaran Terbayar."
Prompt
Buat video motion design vertikal 720x1280 berdurasi 20 detik dengan HTML, CSS, Canvas 2D dan GSAP, bercerita tentang memasak rendang selama empat jam.
Gaya visual: poster editorial gelap. Headline memakai font grotesk sangat lebar dan tebal (Archivo, width 125, weight 900), caption huruf kecil Space Grotesk, label kecil Space Mono berhuruf kapital dengan letter-spacing lebar. Palet: hitam kecokelatan #140A09 dengan tekstur garis vertikal halus dan vignette, krem #EFE6D2, merah cabai #C8331F, kuning kunyit #F2C14E, cokelat rendang #7A3418. Tambahkan grain film tipis di seluruh layar.
Adegan 1 (0-3,3 dtk): latar kertas krem dengan vignette. Label "RESEP NENEK · NO. 01", headline dua baris "RENDANG" hitam dan "BUTUH SABAR." merah tua. Kartu daftar bahan bergaya neo-brutal (border hitam tebal, bayangan offset, sedikit miring) berisi empat baris yang dicentang bergantian: 1 kg daging sapi, 2 liter santan kental, bumbu halus dan cabai, api kecil. jangan buru-buru. Kata "jangan buru-buru." lalu digarisbawahi coretan merah. Dua pita miring berjalan di bawahnya berisi nama bumbu (cabai merah, lengkuas, kunyit, serai, daun jeruk, asam kandis, dan lainnya).
Transisi (3,3-4,3 dtk): lembar krem tergulung ke atas dari tepi bawahnya seperti kertas, dengan gulungan kertas bergradasi dan bayangan lembut, sementara isi lembar hanya bergeser pelan, lalu memperlihatkan dapur gelap. Wajan besi muncul dari bawah dan berhenti dalam pandangan atas yang miring sekitar 26 derajat, sehingga bibir wajan tampak lonjong dan perut wajan terlihat di sisi depan. Wajan digambar prosedural di canvas: dua kuping besi, bibir wajan mengilap, cahaya api oranye berkedip di sekelilingnya, santan bertekstur bintik cabai yang permukaannya sedikit lebih rendah dari bibir wajan, gelembung yang tumbuh lalu pecah, jejak adukan, dan sutil kayu terang dengan tepi berkilau dan bayangan lembut di atas kuah yang terus mengaduk dari kanan bawah. Potongan daging sapi berbentuk tidak beraturan, cokelat keabuan agak kemerahan dengan permukaan kasar, serat lemak krem yang meruncing, tepi lebih gelap, titik kilap, dan cincin santan di sekeliling tiap potongan. Beberapa gulungan uap tipis meliuk naik dari wajan, samar selama memasak dan makin jelas di akhir.
Baris atas menampilkan jam masak yang berjalan cepat dari 00:00 ke 04:00 dan ikon api dengan status API SEDANG. Di bawah ada meteran KEMATANGAN dengan persentase besar dan bar bergradasi kuning ke merah cokelat, dengan tiga tahap: GULAI, KALIO, RENDANG.
Adegan 2 (4,3-7,9 dtk): caption "jam 1. masih gulai." Kuah kuning, gelembung ramai, dua label penunjuk datar di bawah wajan: "daging, potong besar" dengan garis yang mengikuti satu potongan daging dan "santan + bumbu halus" dengan garis ke celah kuah.
Adegan 3 (7,9-11,5 dtk): caption "jam 2. mulai jadi kalio." Kuah berubah oranye cokelat dan menyusut. Kartu kaca gelap berisi kenop kompor berputar dari SEDANG ke KECIL dengan teks "dikecilkan." dan "biar santan tidak pecah.", status atas berubah jadi API KECIL.
Adegan 4 (11,5-15,2 dtk): caption "jam 3. minyaknya keluar." Minyak merah muncul di tepi, daging menggelap jadi cokelat tua yang mengilap, permukaan mulai kering berbutir. Kartu kertas "CATATAN NENEK" masuk: "minyak keluar = hampir jadi." dengan coretan bawah, lalu "aduk terus sampai kering."
Adegan 5 (15,2-20 dtk): meteran melonjak ke 100% dan tahap RENDANG menyala. Sutil diangkat keluar, wajan mengecil ke bawah, headline krem metalik "KESABARAN / TERBAYAR." masuk per huruf, label "SELESAI · 04:00" dan subjudul "4 jam, 1 wajan, nol jalan pintas.". Stiker bulat krem bergaya neo-brutal dengan lingkaran merah "4 JAM" di tengah dan teks melingkar "ADUK · TUNGGU" yang terus berputar menempel di tepi wajan. Kilau menyapu huruf headline, uap terus naik sampai akhir.
Semua gerak memakai easing expo dan back yang tegas, pergantian caption per kata dari bawah ke atas, dan setiap pergantian adegan diberi hentakan kecil pada wajan.



