Explainer
Sebutir Gabah Menjadi Padi
Kata BENIH, AKAR, TUNAS, BULIR, dan PADI ditulis goresan kuas tinta di atas kertas krem, sementara di bawahnya satu tanaman padi tumbuh dari sebutir gabah: tetes air membuat kulitnya retak, akar bercabang, tunas naik ke cahaya, lalu bulir terisi sampai batangnya merunduk. Video ditutup peribahasa makin berisi makin merunduk dan sebuah cap merah.
Prompt
Buat video penjelas vertikal 720x1280 berdurasi 20 detik dengan HTML Canvas 2D tentang perjalanan sebutir gabah menjadi padi, bergaya kaligrafi kuas tinta yang tenang.
Latar kertas krem bertekstur serat halus dengan vinyet lembut. Semua gambar memakai tinta hitam kecokelatan, kecuali bulir padi yang menguning di akhir dan satu cap merah.
Tiap bab, satu kata kapital besar dilukis goresan demi goresan di bagian atas layar dengan kuas simulasi: tekanan tebal di awal goresan, ekor yang meruncing, tepi bulu kuas yang kering dan berserat, cipratan titik tinta kecil, dan noda tinta abu-abu yang mekar di belakangnya. Di sisi kiri, dua baris keterangan serif ditulis vertikal huruf demi huruf. Di pojok kanan atas, kata-kata bab yang sudah lewat terkumpul kecil sebagai indeks. Di pojok kanan bawah, penghitung hari tanam naik dari 0 sampai 115. Saat bab berganti, kata lama luruh menjadi titik-titik tinta yang jatuh.
Di bawah kata, SATU tanaman yang sama tumbuh terus, dengan kamera yang perlahan mundur dari dekat ke penuh:
1. BENIH: kamera dekat pada sebutir gabah di bawah garis tanah. Tetes air jatuh dengan gravitasi, memercik, dan menimbulkan riak; gabah membengkak, kulitnya retak, ujung akar kecil keluar.
2. AKAR: akar tumbuh ke bawah sebagai garis tinta yang bercabang dan menipis, ditarik gravitasi.
3. TUNAS: tunas berkait muncul dari tanah, meluruskan diri ke arah lingkaran matahari dari kuas, lalu daun-daun pertama membuka.
4. BULIR: batang memanjang, malai keluar, bulir muncul satu per satu, dan bobotnya membuat malai melengkung seperti pegas yang teredam.
5. PADI: tanaman bergoyang ditiup angin, bulirnya menguning, keterangan berbunyi "Makin berisi, makin merunduk.", lalu sebuah cap merah bertuliskan PADI ditekan di samping kata.
Gerak lembut dan tanpa henti, easing halus, tidak ada potongan kasar. Semua teks berbahasa Indonesia.



