Motion design
Showreel Musim Layang-Layang
Layang-layang kecil berekor dan pita warna-warni mengorbit sebuah matahari bercahaya di langit malam, lalu kilatan bintang berujung empat membawa kita ke satu hembusan angin yang menabrak rangka layangan kaca dan keluar sebagai kipas enam ekor pelangi yang berkibar. Ekor-ekor itu diperbesar menjadi enam pita film bergulir berisi kartu ragam layangan, lalu pita membelah dan menutup dengan judul Musim Layangan.
Prompt
Buat motion graphics 20 detik di canvas 2D yang terasa seperti showreel seorang motion designer, temanya musim layang-layang. Mulai di langit malam biru tua dengan nebula ungu dan toska yang lembut: cincin orbit tipis berputar dalam perspektif 3D mengelilingi matahari keemasan, dikitari pita kapur warna-warni dan layang-layang kecil dengan ekor yang mengibas, sementara teks "Musim angin tiba" muncul huruf demi huruf. Matahari meledak jadi bintang krem berujung empat yang memenuhi layar, lalu layar krem terbuka lewat lubang berbentuk layangan yang membesar. Lalu sebatang cahaya putih tebal melesat dari kiri, menipis jadi garis berpendar dan menabrak sudut rangka layangan kaca bergaris ganda; cahaya menembus rangka dan keluar dari ujung bawahnya sebagai kipas enam ekor pelangi yang bergelombang, mula-mula pucat lalu makin pekat, dengan teks "Satu hembusan angin, seribu warna di langit." Kamera menukik ke dalam kipas sampai ekornya menjadi enam pita horizontal merah, oranye, kuning, hijau, biru, ungu. Pita berubah jadi pita film berlubang yang bergulir bergantian arah, berisi kartu ragam layangan (wajik, delta, bulan, kotak, burung, ikan, segi enam) yang mula-mula transparan lalu terisi. Akhiri dengan pita membelah ke atas dan bawah, membuka judul "Musim Layangan" dan subjudul "Satu angin, seribu warna" dengan satu layangan berekor pelangi yang berkibar di sampingnya. Easing halus, transisi rapat tanpa jeda kosong, harus terlihat keren.



