Motion design
Tenang di Mata Badai
Video lirik bergaya showreel di atas siklon tropis yang dilihat dari orbit, dikelilingi laut biru tua: lirik serif muncul mengikuti ketukan 96 BPM, melingkar di sekitar mata badai, menghentak bersama kilat, lalu melambat saat kamera masuk ke mata badai yang sunyi dan keemasan. Awan akhirnya terurai menjadi fajar dan judul lagu menutup video.
Prompt
Buat video lirik motion graphics 20 detik (1280x720) yang terasa seperti showreel seorang motion designer kelas atas, untuk lagu fiktif berjudul "Tenang di Mata Badai" pada tempo 96 BPM (8 bar, 4/4). Latar penuh layar adalah fragment shader WebGL: siklon tropis dilihat dari orbit yang dikelilingi laut biru tua, tiga lengan awan spiral dengan rotasi diferensial (awan dekat mata berputar lebih cepat), tekstur awan kumulus menggumpal dari noise billow dengan puncak yang disinari dan bayangan awan di permukaan laut, pita hujan tipis di tepi luar, awan popcorn kecil di laut terbuka, dinding mata yang tebal, vignette, dan grain halus. Tempel di atasnya HUD gaya satelit dari SVG/DOM: siku bingkai di empat sudut, judul MATA BADAI di kiri atas, pembacaan ANGIN MAKS dalam km/j dan TEKANAN dalam hPa di kanan atas yang angkanya bergerak sesuai bab, penghitung BAR 01/08 dengan titik ketukan yang berkedip tiap ketukan di kiri bawah, dan nama bab di kanan bawah (01 SIAGA, 02 PUSARAN, 03 MATA BADAI, 04 REDA). Tipografi lirik memakai Fraunces (serif, campur tebal dan italic tipis), label HUD memakai IBM Plex Mono. Alur: bar 1, kata "Langit merapat / ke laut" muncul satu per ketukan dengan efek blur ke tajam. Bar 2, cincin tipis bertanda skala tergambar mengelilingi mata badai dan lirik "angin menggulung semua yang kupunya" muncul huruf demi huruf melengkung di busur atasnya. Bar 3 dan 4, kamera mendekat, putaran awan makin cepat, kilat biru putih menyala di dalam awan pada setiap ketukan, kata raksasa BERPUTAR menghantam masuk per huruf setiap setengah ketukan (selang-seling isi penuh dan garis luar, tiap huruf diletakkan sesuai lebar aslinya) lalu terpencar keluar sambil berputar, disusul "makin cepat," dan "makin keras" yang bergetar mengikuti ketukan. Bar 5 dan 6, tepat di ketukan pertama bar 5 letterbox turun dan kamera masuk ke mata badai: semuanya melambat, letterbox sinematik turun, laut di dalam mata berubah keemasan, angin turun ke hampir nol, kata italic "lalu" dan "sunyi." muncul pelan, lalu lirik "di tengah pusaran aku belajar diam" melengkung di sisi dalam dinding mata. Bar 7, awan terurai dan warna berganti ke fajar jingga persik sementara "badai boleh lewat, / aku tetap di sini." naik dari bawah. Bar 8, kartu judul "Tenang di / Mata Badai" tersusun huruf demi huruf di kiri dengan cincin skala menutup di sekitar mata badai. Semua gerak memakai easing yang tegas dan sinkron ke ketukan, tanpa jeda mati.



