Contoh iklan komersial paling mudah ditemukan di sekitar kita: baliho di pinggir jalan, iklan obat di majalah lama, iklan video di sela tontonan, sampai unggahan bersponsor di media sosial. Semuanya punya tujuan yang sama, yaitu membujuk orang membeli barang atau jasa. Artikel ini membahas pengertian dan ciri iklan komersial, bedanya dengan iklan layanan masyarakat, strukturnya, contoh nyata dari arsip iklan Indonesia, contoh teks yang bisa kamu tiru polanya, dan uji membuat iklan sendiri dengan bantuan AI.

Kalau kamu pelajar yang sedang mengerjakan tugas, bagian pengertian, ciri, dan contoh teks sudah cukup. Kalau kamu penjual yang ingin membuat iklan sendiri, lanjutkan sampai bagian cara membuat dan aturan klaim.

Pengertian iklan komersial

Kamus Besar Bahasa Indonesia mengartikan iklan sebagai berita pesanan untuk mendorong dan membujuk khalayak ramai agar tertarik pada barang dan jasa yang ditawarkan. Iklan komersial adalah iklan yang tujuannya mencari keuntungan: pemasang iklan membayar ruang atau waktu tayang, lalu berharap orang yang melihatnya membeli.

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran memakai istilah siaran iklan niaga. Undang-undang itu mendefinisikannya sebagai siaran iklan komersial lewat radio atau televisi untuk memperkenalkan, memasyarakatkan, atau mempromosikan barang atau jasa kepada khalayak sasaran, agar konsumen menggunakan produk yang ditawarkan. Definisi ini khusus untuk penyiaran, tetapi intinya berlaku juga untuk iklan di koran, baliho, marketplace, dan media sosial.

Jadi ada tiga unsur yang membuat sebuah iklan disebut komersial: ada produk atau jasa yang dijual, ada pihak yang membayar agar pesannya tampil, dan ada ajakan untuk membeli. Kalau salah satu unsur itu hilang, misalnya pesannya mengajak membuang sampah pada tempatnya tanpa menjual apa pun, iklan itu masuk golongan iklan layanan masyarakat.

Ciri-ciri iklan komersial

Iklan komersial mudah dikenali kalau kamu tahu apa yang dicari. Berikut ciri yang hampir selalu muncul, dari iklan majalah tahun 1940 sampai iklan video pendek hari ini:

  1. Menyebut produk atau merek. Nama barang, merek, atau nama toko tampil jelas, biasanya diulang di awal dan di akhir.
  2. Menonjolkan manfaat atau keunggulan. Iklan menjawab pertanyaan pembeli: apa untungnya untuk saya.
  3. Memakai bahasa yang membujuk. Kalimatnya singkat, mudah diingat, dan sering memakai kata ajakan seperti coba, dapatkan, atau pesan sekarang.
  4. Ada ajakan bertindak. Pembaca diarahkan ke satu tindakan: membeli, menghubungi, datang ke toko, atau mengunjungi halaman tertentu.
  5. Dibayar oleh pemasang iklan. Ruang di majalah, waktu di televisi, atau tayangan di media sosial dibeli oleh penjual.
  6. Ditujukan ke khalayak sasaran. Iklan obat batuk tidak berbicara kepada semua orang, melainkan kepada orang yang sedang batuk atau keluarganya.

Ciri terakhir sering dilupakan. Iklan yang baik terasa ditulis untuk satu jenis pembeli, bukan untuk semua orang sekaligus. Itulah sebabnya contoh iklan di bawah memakai bahasa yang berbeda untuk produk yang berbeda.

Beda iklan komersial dan iklan layanan masyarakat

Undang-Undang Penyiaran membagi siaran iklan menjadi dua: siaran iklan niaga dan siaran iklan layanan masyarakat. Iklan layanan masyarakat (ILM) bersifat nonkomersial dan tujuannya memasyarakatkan gagasan, anjuran, atau pesan agar khalayak berbuat atau bersikap sesuai pesan itu. Tabel ini merangkum bedanya.

Perbandingan iklan komersial dan iklan layanan masyarakat
AspekIklan komersialIklan layanan masyarakat
TujuanMenjual barang atau jasaMengajak orang bersikap atau berbuat sesuatu
PemasangPerusahaan, toko, atau penjualPemerintah, lembaga, atau organisasi nirlaba
Isi pesanManfaat produk, harga, penawaranGagasan, imbauan, atau informasi umum
AjakanBeli, pesan, kunjungi tokoJaga kebersihan, vaksinasi, hemat energi
ContohIklan keripik, obat batuk, jasa laundryAjakan cuci tangan, larangan membuang sampah

Undang-undang yang sama juga mengatur porsi waktu tayang. Untuk lembaga penyiaran swasta, waktu siaran iklan niaga paling banyak 20 persen dari seluruh waktu siaran, dan waktu siaran iklan layanan masyarakat paling sedikit 10 persen dari siaran iklan niaga. Aturan ini menunjukkan bahwa negara memandang kedua jenis iklan itu berbeda fungsinya, walau tampil di layar yang sama.

Struktur iklan komersial

Hampir setiap iklan komersial, panjang atau pendek, tersusun dari empat bagian. Mengenali bagian ini membantu dua hal: menganalisis iklan untuk tugas sekolah, dan menyusun iklan sendiri tanpa ada yang terlewat.

Empat kolom struktur iklan komersial: judul, isi, visual, dan penutup, masing-masing dengan tiga poin penjelasan
Struktur iklan komersial. Iklan cetak biasanya memuat keempatnya dalam satu halaman, sedangkan iklan video menyebarkannya ke beberapa detik. Skema: Ruang Visual.

Judul adalah kalimat yang pertama kali terbaca. Tugasnya menghentikan mata pembaca, jadi biasanya menyebut masalah (Batuk tak kunjung reda?) atau manfaat (Renyah sampai gigitan terakhir). Isi menjelaskan alasan membeli: bahan, keunggulan, bukti, harga, atau penawaran. Visual menampilkan produk atau suasana pemakaiannya. Penutup berisi nama merek, slogan, dan satu ajakan yang jelas, misalnya alamat toko atau tombol pesan.

Untuk iklan di media sosial, bagian isi sering dipindah ke keterangan unggahan. Panduan menulisnya ada di artikel caption jualan, sedangkan cara menata judul dan gambar dalam satu bidang ada di poster iklan produk.

Jenis iklan komersial menurut media

Iklan komersial bisa dikelompokkan menurut media tempat ia tampil. Setiap media punya kekuatan dan batasnya sendiri, jadi cara menulisnya juga berbeda.

Jenis iklan komersial menurut media dan cara menulisnya
MediaContoh tempat tayangYang perlu diperhatikan
CetakKoran, majalah, brosur, posterPembaca bisa membaca lama, jadi isi boleh lebih lengkap
Luar ruangBaliho, spanduk, papan nama tokoDilihat sekilas dari jalan, maksimal satu kalimat pendek
Radio dan audioRadio, podcastTanpa gambar, nama merek harus diucapkan berulang
Televisi dan videoTelevisi, YouTube, video pendekDetik pertama menentukan, produk tampil sejak awal
DigitalMedia sosial, mesin pencari, marketplaceBisa diarahkan ke pembeli tertentu dan diukur hasilnya
Jalan di Yogyakarta dengan pengendara sepeda motor dan deretan papan iklan serta papan nama toko di kedua sisi jalan, termasuk baliho besar bergambar daun hijau
Iklan luar ruang di sebuah jalan di Yogyakarta. Papan yang bersaing dalam satu pandangan menjelaskan mengapa baliho hanya punya ruang untuk satu pesan pendek dan nama yang besar. Foto: Pinerineks / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0.

Perhatikan foto di atas. Dalam satu pandangan ada lebih dari sepuluh papan iklan dan papan nama. Pengendara hanya melihatnya beberapa detik, jadi papan yang paling mudah terbaca adalah yang tulisannya sedikit dan besar. Prinsip yang sama berlaku untuk banner promosi di media sosial: orang menggulir layar secepat pengendara melewati baliho.

Iklan digital punya bahasan tersendiri, mulai dari jenis sampai cara memasangnya, di artikel iklan digital. Untuk iklan video pendek, lihat video iklan AI.

Contoh iklan komersial nyata dari arsip

Iklan lama bagus untuk belajar karena strukturnya terlihat jelas dan tidak tertutup efek visual. Tiga contoh berikut adalah iklan nyata yang terbit di Hindia Belanda, kini berstatus domain publik dan tersimpan di Wikimedia Commons. Ejaannya masih ejaan lama, misalnya oe dibaca u.

Iklan obat batuk Setroe Batoek dari majalah Moestika tahun 1940: tulisan Obat batoek berwarna merah, ilustrasi wanita berbaju polkadot memegang dada, kotak obat bertuliskan Setroe Batoek, dan nama produk besar berwarna biru di bagian bawah
Iklan obat batuk Setroe Batoek di majalah Moestika, 1940. Judul menyebut kebutuhan (obat batuk), ilustrasi menunjukkan orang yang sedang batuk, kemasan ditampilkan besar, dan nama produk diulang di bagian bawah. Sumber: Moestika, 1940 / Wikimedia Commons, domain publik.

Iklan Setroe Batoek memakai struktur paling sederhana: judul berupa kategori produk, gambar orang yang merasakan masalahnya, foto kemasan supaya pembeli mengenali barangnya di toko, dan nama produk besar sebagai penutup. Tidak ada kalimat panjang. Untuk produk yang dibeli karena kebutuhan mendesak, pola ini masih efektif sampai sekarang.

Iklan obat gatal Hapoes dari majalah Moestika tahun 1940: tulisan Obat Gatel berwarna merah, ilustrasi wanita menggaruk lengan, nama Hapoes besar, serta dua varian kemasan bertanda A dan B
Iklan obat gatal Hapoes di majalah Moestika, 1940. Iklan ini menampilkan dua varian produk, ditandai huruf A dan B, sehingga pembeli tahu ada pilihan sebelum datang ke toko. Sumber: Moestika, 1940 / Wikimedia Commons, domain publik.

Iklan Hapoes menambahkan satu hal: varian. Dua kemasan diberi tanda A dan B yang besar, sehingga pembaca langsung paham ada dua bentuk produk. Teknik ini setara dengan iklan marketplace masa kini yang menampilkan beberapa pilihan ukuran atau rasa dalam satu gambar. Perlu dicatat, iklan obat masa kini diawasi jauh lebih ketat, jadi jangan meniru klaim kesehatannya.

Selebaran iklan piringan hitam His Master's Voice dari Toko Crown Surabaya sekitar tahun 1930-an berisi daftar lagu baru, foto para penyanyi, dan alamat toko
Selebaran iklan piringan hitam dari Toko Crown, Surabaya, sekitar 1930-an. Bentuknya mirip katalog: daftar produk baru, foto penyanyi sebagai bukti, dan alamat serta nomor telepon toko di bagian atas. Sumber: karyawan Toko Crown, Surabaya / Wikimedia Commons, domain publik.

Selebaran Toko Crown adalah contoh iklan komersial berbentuk katalog. Isinya panjang, karena pembacanya penggemar musik yang memang ingin tahu lagu apa saja yang baru keluar. Bagian paling penting tetap di atas: apa yang dijual, di mana membelinya, dan nomor teleponnya. Selebaran seperti ini adalah leluhur dari katalog WhatsApp dan halaman toko di marketplace.

Contoh teks iklan komersial

Berikut contoh teks iklan komersial untuk beberapa jenis produk. Semua produk dan merek di bawah adalah rekaan untuk latihan, jadi bebas kamu ubah. Perhatikan bahwa setiap contoh memuat judul, isi, dan penutup dengan ajakan.

1. Makanan ringan. Keripik Tempe Pedas Bu Sri. Renyah sampai gigitan terakhir, digoreng setiap pagi dari tempe pilihan. Tersedia rasa original dan pedas daun jeruk. Pesan sekarang lewat WhatsApp, beli dua bungkus gratis ongkir untuk wilayah kota.

2. Minuman. Es Kopi Susu Gula Aren Teras Pagi. Kopinya terasa, manisnya pas, dinginnya tahan sampai rapat selesai. Satu liter cukup untuk empat gelas. Pesan sore ini, antar besok pagi.

3. Jasa. Laundry Kilat Bersih Rapi. Cucian masuk pagi, pulang sore dalam keadaan wangi dan terlipat. Antar jemput gratis di kecamatan yang sama. Hubungi kami, cucianmu kami jemput hari ini.

4. Fashion. Kemeja Batik Cap Sekar. Motif klasik, kain katun yang adem dipakai seharian, tersedia ukuran S sampai XXL. Cocok untuk kerja dan kondangan. Lihat semua motifnya di etalase toko kami.

5. Produk perawatan. Sabun Cuci Muka Embun. Membersihkan sisa debu dan minyak tanpa membuat kulit terasa ketarik. Cocok dipakai pagi dan malam. Coba ukuran kecilnya dulu, tersedia di toko kami.

Perhatikan contoh nomor lima. Teksnya tidak menjanjikan kulit putih dalam tujuh hari atau menyembuhkan jerawat. Klaim seperti itu berisiko melanggar aturan, karena produk perawatan dan obat punya pengawasan iklan tersendiri. Artikel foto produk skincare membahas cara menampilkan produk perawatan tanpa klaim berlebihan.

Kalau ingin membuat banyak variasi teks dari satu produk, susun dulu fakta produkmu, lalu minta AI membuat beberapa versi. Struktur perintahnya ada di prompt AI bahasa Indonesia untuk produk.

Uji nyata: hard sell dan soft sell

Iklan komersial sering dibagi menjadi dua gaya. Hard sell langsung menyebut produk, keunggulan, dan penawaran. Soft sell membangun suasana atau perasaan lebih dulu, lalu produknya hadir sebagai bagian dari cerita. Untuk menunjukkan bedanya, kami membuat satu latar foto produk dengan AI, lalu mengetik sendiri dua versi teks di atasnya.

Contoh iklan komersial versi hard sell: keripik tempe tumpah dari kantong kraft polos di talenan kayu dengan tulisan Keripik Tempe Pedas, renyah digoreng setiap pagi, penawaran beli 2 bungkus ongkir kami tanggung, dan tombol Pesan lewat WhatsAppVersi A: hard sell
Contoh iklan komersial versi soft sell: gambar keripik tempe yang sama dengan tulisan Teman ngobrol sore, satu bungkus cerita jadi panjang, dan tombol Lihat cara pesanVersi B: soft sell
Prompt yang dipakai

Generate exactly one 3:4 image with Nano Banana Pro. Do not ask follow-up questions and do not make a video. Image prompt: Product photograph for an advertisement background: an open plain unlabeled kraft paper stand-up pouch spilling golden crispy tempeh chips onto a light teak wooden board, a small bowl of sambal and a few chili peppers beside it, bright soft daylight from the left, clean warm cream backdrop, the top third of the frame is empty plain backdrop and the bottom eighth is empty wood. Absolutely no text, no letters, no numbers, no labels, no logos.

Dibuat dengan Google Flow, Nano Banana Pro (latar) dan teks diketik sendiri, 1 Nov 2026. Catatan review: AI mematuhi permintaan ruang kosong di bagian atas, jadi judul tidak menutupi produk. Keripiknya terlihat terlalu seragam dan bersih dibanding keripik tempe buatan rumah, dan talenannya lebih mirip properti studio. Untuk iklan sungguhan, ganti dengan foto keripikmu sendiri supaya pembeli menerima barang yang sama dengan gambar. Produk, penawaran, dan tombol di sini rekaan untuk latihan, tanpa merek. Teks diketik sendiri, bukan dibuat AI, gambar dipotong ke rasio 4:5.

Versi A cocok untuk pembeli yang sudah kenal keripik tempe dan tinggal butuh alasan untuk memesan sekarang. Versi B cocok untuk membangun ingatan pada merek, misalnya di unggahan rutin atau video pendek. Dalam praktik, penjual kecil biasanya lebih cepat melihat hasil dari versi hard sell, karena ajakannya jelas dan penawarannya bisa langsung diukur dari jumlah chat.

Ada satu batas penting. Gambar AI di sini hanya latar dan contoh produk rekaan. Kalau kamu menjual keripik sungguhan, foto keripikmu sendiri lalu rapikan latarnya. Cara mengganti latar tanpa mengubah barang ada di background foto produk dan hapus background foto produk.

Cara membuat iklan komersial

Membuat iklan komersial tidak harus dimulai dari desain. Mulailah dari pembeli dan satu alasan terkuat mereka membeli. Lima langkah ini bisa dipakai untuk iklan cetak, video, maupun media sosial.

Alur lima langkah membuat iklan komersial: tujuan dan pembeli, satu manfaat, pilih media, tulis dan susun, lalu uji dua versi
Alur membuat iklan komersial dari tujuan sampai uji dua versi. Skema: Ruang Visual.
  1. Tentukan tujuan dan pembeli. Tulis dalam satu kalimat: iklan ini untuk siapa dan apa yang harus mereka lakukan setelah melihatnya, misalnya ibu pekerja di kota yang memesan lewat WhatsApp.
  2. Pilih satu manfaat utama. Pilih alasan terkuat orang membeli produkmu, bukan semua keunggulan sekaligus. Manfaat lain bisa masuk di bagian isi.
  3. Pilih media. Sesuaikan dengan tempat pembelimu menghabiskan waktu. Tabel jenis iklan di atas membantu memilih, dan artikel cara mempromosikan produk membahas saluran online dan offline lebih lengkap.
  4. Tulis dan susun materi. Tulis judul, isi, dan penutup, lalu pilih foto produk yang jelas. Cek ejaan, harga, dan nomor kontak dua kali.
  5. Uji dua versi. Buat dua versi yang hanya berbeda di satu bagian, misalnya judul. Tayangkan keduanya, lalu pakai versi yang menghasilkan lebih banyak pesanan.

Kalau iklanmu berbentuk video, langkahnya sama, hanya bagian tulis dan susun diganti dengan naskah per detik. Struktur siap pakai ada di template video jualan, dan pengisi suaranya bisa dibuat dengan voice over AI.

Aturan yang wajib dipatuhi

Iklan komersial di Indonesia tidak bebas berkata apa saja. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Pasal 17, melarang pelaku usaha periklanan memproduksi iklan yang:

  • mengelabui konsumen mengenai kualitas, kuantitas, bahan, kegunaan, harga, atau ketepatan waktu penerimaan barang dan jasa;
  • mengelabui jaminan atau garansi;
  • memuat informasi yang keliru, salah, atau tidak tepat;
  • tidak memuat informasi mengenai risiko pemakaian;
  • mengeksploitasi kejadian atau seseorang tanpa izin yang berwenang atau persetujuan orang yang bersangkutan;
  • melanggar etika atau peraturan perundang-undangan mengenai periklanan.

Untuk iklan di radio dan televisi, Pasal 46 Undang-Undang Penyiaran menambah larangan, antara lain promosi minuman keras dan zat adiktif, promosi rokok yang memperagakan wujud rokok, hal yang bertentangan dengan kesusilaan dan nilai agama, serta eksploitasi anak di bawah 18 tahun. Undang-undang ini sudah diubah sebagian oleh Undang-Undang Cipta Kerja, jadi untuk keperluan resmi selalu cek teks terbarunya.

Dalam praktik sehari-hari, aturan ini berarti tiga hal sederhana. Foto di iklan harus menampilkan barang yang sama dengan yang dikirim. Harga dan penawaran harus benar dan berlaku. Testimoni dan wajah orang hanya boleh dipakai dengan izin. Gambar buatan AI yang membuat produk terlihat lebih bagus dari aslinya termasuk mengelabui kualitas, walau niatnya hanya mempercantik. Batas penggunaan AI yang aman dibahas di keamanan dan moderasi deepfake AI.

Kesalahan yang sering terjadi

Kesalahan berikut paling sering membuat iklan komersial tidak menghasilkan penjualan, walau desainnya bagus:

  • Terlalu banyak pesan. Lima keunggulan dalam satu poster membuat tidak ada yang teringat. Pilih satu, sisanya taruh di halaman toko.
  • Ajakan tidak jelas. Iklan berakhir tanpa memberi tahu cara membeli. Selalu tutup dengan satu tindakan dan satu kontak.
  • Produk tidak terlihat. Gambar suasana yang indah tetapi produknya kecil atau tertutup teks. Pembeli harus bisa mengenali barangnya.
  • Klaim berlebihan. Kata paling, nomor satu, atau dijamin sembuh tanpa bukti berisiko melanggar aturan dan merusak kepercayaan.
  • Salah media. Teks panjang dipasang di baliho, atau iklan video tanpa produk di tiga detik pertama.
  • Tidak diuji. Satu versi iklan dipakai berbulan-bulan tanpa pernah dibandingkan dengan versi lain.

Kalau iklanmu akan tampil di marketplace, ukuran dan tampilan gambar juga menentukan. Panduan teknisnya ada di thumbnail produk marketplace dan ukuran foto produk Shopee. Untuk usaha yang baru mulai memakai AI, artikel AI untuk UMKM membantu memilih pekerjaan pertama yang paling hemat waktu.

Ruang Visual sedang dalam beta tertutup dan disiapkan untuk membantu penjual menyusun brief iklan, gambar, dan video dari satu produk. Rincian fitur dan status beta bisa dilihat di halaman fitur.

Pertanyaan yang sering muncul

Apa yang dimaksud iklan komersial?

Iklan komersial adalah iklan yang dibuat untuk menjual barang atau jasa dan mencari keuntungan. Pemasang iklan membayar ruang atau waktu tayang agar pesannya dilihat calon pembeli, lalu mengajak mereka membeli.

Apa saja ciri-ciri iklan komersial?

Ciri utamanya menyebut produk atau merek, menonjolkan manfaat, memakai bahasa yang membujuk, punya ajakan bertindak, dibayar oleh pemasang iklan, dan ditujukan ke khalayak sasaran tertentu.

Apa beda iklan komersial dan iklan layanan masyarakat?

Iklan komersial bertujuan menjual barang atau jasa. Iklan layanan masyarakat bersifat nonkomersial dan bertujuan mengajak orang bersikap atau berbuat sesuatu, misalnya menjaga kebersihan, tanpa menjual produk.

Apa saja struktur iklan komersial?

Umumnya ada empat bagian: judul yang menarik perhatian, isi yang menjelaskan manfaat dan penawaran, visual yang menampilkan produk, serta penutup berisi nama merek, slogan, dan ajakan.

Apa contoh iklan komersial di sekitar kita?

Contohnya baliho produk di pinggir jalan, iklan di majalah dan koran, iklan di sela acara televisi dan video, iklan bersponsor di media sosial, dan produk bersponsor di marketplace.

Apa beda iklan hard sell dan soft sell?

Hard sell langsung menyebut produk, keunggulan, dan penawaran agar orang segera membeli. Soft sell membangun suasana atau cerita lebih dulu dan menghadirkan produk sebagai bagian dari cerita itu.

Bagaimana cara membuat iklan komersial yang menarik?

Tentukan pembeli dan tujuan, pilih satu manfaat utama, pilih media yang tepat, tulis judul, isi, dan penutup yang jelas, lalu uji dua versi dan pakai yang menghasilkan lebih banyak pesanan.

Apa larangan dalam iklan komersial?

Menurut Pasal 17 UU Perlindungan Konsumen, iklan dilarang mengelabui konsumen soal kualitas, jumlah, bahan, kegunaan, dan harga, memuat informasi keliru, menyembunyikan risiko pemakaian, dan memakai orang tanpa izin.

Catatan Ruang Visual ditulis untuk membantu keputusan yang dapat diuji. Cek kembali kebijakan kanal dan konteks produk sebelum publikasi.