Motion design
Lampu Mati Pas Lagi Seru
Video musik 20 detik bergaya kolase kertas: dua anak berwujud stiker piksel sedang melawan bos terakhir di gim ketika listrik padam, lalu si cewek mengangkat lilin angka tujuh, mereka memandang bintang dari atap kampung dan bermain bayangan tangan, sampai lampu menyala lagi, lilinnya padam berasap, dan mereka justru kecewa.
Prompt
Buat video musik pendek 20 detik, format vertikal 720x1280, sebagai satu file HTML dengan canvas 2D. Ceritanya tentang dua anak tetangga yang kocak: si cewek bercepol dua berhoodie kuning yang selalu tenang dan sok siap, dan si cowok berkacamata bulat berkaos garis hijau tosca yang lebay. Keduanya digambar sebagai pixel art lalu ditempel seperti stiker kertas dengan pinggiran putih tebal dan bayangan, bergoyang mengikuti ketukan.
Gaya visual: kolase kertas ala majalah zine. Latar kertas milimeter hijau pucat dan kertas pink menyala bertitik halftone, sobekan kertas bertepi bergerigi, selotip, cap stempel pink, dan lirik besar dari huruf potongan ala surat kaleng (tiap huruf di kotak berbeda: hitam, putih, pink, kuning, biru, dengan font Anton, Archivo Black, DM Serif Display, Space Mono). Semua elemen sedikit bergetar seperti stop motion 8 fps. Lapisan grain kertas di atas semuanya, dan serat kertas halus tetap terlihat di adegan gelap. Gelembung percakapan putih bergaris hitam dengan teks Space Mono yang diketik huruf demi huruf, dan subtitle lirik kecil berlatar hitam dengan sorotan karaoke kuning.
HUD tetap: kotak hitam kiri atas bertuliskan ON atau OFF sesuai keadaan listrik, label "lampu mati" dan "[m/v]", kiri bawah "baterai" persen yang terus turun (makin cepat saat senter ponsel dipakai), kanan bawah tempo bpm yang berubah per babak.
Alur:
0-3,6 detik (hook): latar pink, lembar kertas milimeter berisi catatan tangan, lirik raksasa "LAMPU / MATI / PAS LAGI / SERU" menghantam satu per satu dengan easing back, si cewek meluncur masuk dari kanan dengan gelembung "tinggal 1 level lagi!".
3,6-7 detik: sobekan kertas menyapu ke atas. Televisi tabung dari kertas ditempel selotip memutar gim piksel melawan bos merah, bar nyawa bos makin tipis, cap "BOS AKHIR". Si cowok memegang stik, dialog "bos terakhir...", "jangan kedip.", "mataku perih.". Layar tabung mengerut jadi garis lalu titik.
7-10,4 detik: tulisan "KLIK.", gelap total, hanya kilau kacamata dan mata yang terlihat ("eh?", "..."). Korek menyala, si cewek mengangkat lilin ulang tahun berbentuk angka 7 di tangan kanannya, di samping kepala supaya wajahnya tetap terlihat; nyalanya berkedip dan cahaya hangatnya membuka ruangan. Sobekan kertas gelap bertitik halftone dan selotip menahan lirik di atas. Lirik "GELAP". Dialog "tenang, aku bawa lilin." lalu "itu lilin ultah, kan?".
10,4-14,2 detik: sisipan tanpa dialog panjang: siluet atap kampung dari kertas potong gelap berpinggiran putih dengan bayangan jatuh, di depan sobekan kertas pink bertitik halftone yang ditempel selotip sebagai cakrawala, lengkap dengan antena, toren air, dan jemuran bergoyang. Ratusan bintang piksel bermunculan, satu bintang jatuh terang berekor panjang melintas di langit atas, lirik "TERNYATA / BINTANGNYA / BANYAK". Kedua anak berdiri di bubungan atap, si cewek tetap mengangkat lilinnya.
14,2-17,4 detik: "PANGGUNG BAYANGAN". Si cowok menyorot dinding dengan senter ponsel, bayangan tangan berubah dari kelinci menjadi ayam yang mematuk. Dialog "lihat: dinosaurus!", "itu ayam.", "ayam kan dinosaurus.". Bayangan burung terbang keluar dari lingkaran cahaya.
17,4-20 detik: kilatan putih, lampu menyala, latar pink dengan sinar berputar, lirik "NYALA / LAGI?!". Begitu kilatan, nyala lilin langsung padam dan asap abu-abu meliuk naik dari sumbu angka 7. Kedua anak kaget lalu lesu. Dialog "yaah..." dan "matiin lagi, dong.", lalu cap "TAMAT" menutup video.



