3D
Maket Stasiun Sendang Prawira
Maket 3D sebuah stasiun kereta fiktif era kolonial lengkap dengan peron beratap lengkung, menara jam, dipo, gudang barang, dan kota di sekelilingnya, ditampilkan di aplikasi ponsel. Kursor sentuh otomatis mendatangkan kereta, memperlihatkan keberangkatannya dari peron, mengganti sudut pandang hingga denah tegak dari atas, dan mengubah suasana dari siang ke senja lalu malam.
Prompt
Bangun dengan Three.js sebuah penampil maket 3D bergaya aplikasi ponsel vertikal untuk stasiun kereta fiktif bernama Stasiun Sendang Prawira (beroperasi 1912 sampai 1986), seolah dimodelkan dari gambar denah lama. Modelnya: gedung utama putih bergaya kolonial dengan jendela lengkung dan atap perisai genteng merah, menara jam di tengah, atap peron lengkung dari kaca dan rusuk besi di atas empat jalur rel, tiga peron dengan tiang lampu, rumah sinyal, menara air, gudang barang dengan gerbong barang, dipo lokomotif dengan meja putar dan deretan gerbong yang diparkir, alun-alun stasiun dengan pepohonan, lalu deretan rumah beratap genteng, jalan kota, dan lampu jalan di sekelilingnya. Pakai bayangan lembut dan pencahayaan matahari. Di atas kanvas taruh UI gelap semi transparan: bilah atas dengan tombol tutup, judul, dan ikon bagikan; kartu judul dengan keterangan singkat, jam, dan status jalur; label nama bangunan berbentuk pil gelap yang menempel pada model dan berganti sesuai sudut pandang. Di bawah ada tiga baris chip: Udara, Lingkungan, Denah, Dari Peron; Siang, Senja, Malam; Kereta tiba, Lampu peron, Nama bangunan, Putar otomatis. Selama 20 detik kamera terus mengorbit pelan, dan titik sentuh otomatis mengetuk chip satu per satu: kereta penumpang masuk dan berhenti di peron, kamera mundur memperlihatkan kota beserta label Dipo Lokomotif, Gudang Barang, dan Rumah Sinyal, suasana berubah ke senja keemasan dengan bayangan panjang, kamera turun ke peron setinggi mata dan kereta terlihat melaju keluar dari bawah atap peron, malam tiba dengan cahaya bulan, lampu peron, jendela, dan lampu jalan menyala, kamera naik ke tampilan denah tegak lurus dari atas lengkap dengan penunjuk arah utara dan skala 50 m, lalu kembali ke pandangan udara malam. Semua teks berbahasa Indonesia, transisi kamera dan cahaya memakai easing halus.



