3D
Senja di Sanggar Gerabah
Kamera berjalan setinggi mata menyusuri sanggar gerabah saat senja, ketika matahari rendah menembus jendela dan pintu berkisi sehingga pola belah ketupat jatuh di lantai tegel dan dinding hijau: meja putar dengan tanah liat basah yang berputar, rak gantung penuh gerabah mentah, dinding piring hias, bak glasir, dan tungku yang membara. Lalu kamera keluar lewat pintu berkisi yang bercahaya ke halaman berisi ratusan gerabah di rak bambu dua tingkat, sementara lampu untai menyala satu per satu dan sekawanan burung melintas di langit jingga keunguan.
Prompt
Buat walkthrough 3D sebuah sanggar gerabah tradisional saat senja dalam satu file HTML dengan Three.js. Kamera berjalan mulus setinggi mata dalam satu take 20 detik. Buka dengan pandangan lantai tegel bermotif yang disiram cahaya matahari rendah berwarna jingga, membentuk pola bayangan kisi belah ketupat, lalu kamera berbelok ke tiga meja putar kayu (perbot) dengan roda kaki dan tanah liat basah yang berputar pelan, dingklik, meja kecil berisi mangkuk air, gumpalan tanah liat, dan alat kayu, serta papan berisi kendi, guci, dan vas yang baru dibentuk. Di atasnya ada rak bambu gantung penuh gerabah mentah, dan gentong besar berdiri di lantai. Kamera berbelok ke dinding belakang dengan piring hias berlukis, meja berisi vas glasir, dan dua rak terbuka penuh gerabah terakota, seladon, biru kobalt, dan krem, lalu ke area glasir: bak lumpur tanah liat dan cairan glasir hijau serta biru, bangku gerabah yang baru diglasir, rak bambu tinggi, rak toples oksida, dan tungku kubah bata yang membara dan berasap. Setelah itu kamera berbalik ke pintu berkisi kayu yang bercahaya, melewati meja berisi tumpukan piring dan daun pintu kayu berpanel, lalu keluar di bawah teras berlampion ke halaman bata dengan jalan setapak batu menuju gerbang kayu. Di kiri kanan jalan, ratusan gerabah dijemur di rak bambu dua tingkat, genta tanah liat dan pot gantung berayun di palang bambu, lampu untai menyala satu per satu dari teras sampai gerbang, sekawanan burung mengepakkan sayap melintasi langit, dan di balik tembok tampak rumah-rumah beratap genteng dengan jendela yang menyala, pohon kelapa yang melengkung, dan siluet gunung di langit jingga keunguan. Ruangan berdinding kapur krem dengan lis hijau, jendela berkisi, usuk dan genteng terbuka, serta lampu gantung hangat. Pencahayaan: matahari rendah sebagai sumber utama dengan bayangan tajam, berkas cahaya bervolume dan debu berkilau, ambient yang redup agar ada kontras terang dan bayangan, ambient occlusion, bloom halus, dan vignette. Semua gerabah dibuat dengan LatheGeometry dan semua tekstur serta motif lukisnya dibuat prosedural dengan canvas.



