3D
Membaca Bukit Lewat Garis Kontur
Video penjelas vertikal: sebuah bukit 3D berwarna oranye vulkanik, abu-abu, dan cyan diiris setiap 100 meter oleh bidang pemindai sehingga garis kontur muncul satu per satu. Kamera lalu naik ke atas sampai bukit itu berubah menjadi peta kontur berbingkai, lengkap dengan label lereng curam dan landai.
Prompt
Buat video penjelas 3D vertikal 720x1280 berdurasi 20 detik dengan Three.js tentang cara membaca peta kontur. Gaya: kartu edukasi gelap yang tenang, latar gradasi abu-abu arang dengan semburat oranye kemerahan di atas, judul serif besar, teks isi sans-serif kecil, header kecil abu-abu "Kenapa aku belajar ini?" di kiri dan "Bagian 3" di kanan, serta progress bar oranye tipis di dasar layar. Palet: oranye vulkanik (#ff5a1f), cyan (#3fe0e0), dan gradasi abu-abu. Transisi antarbagian memakai fade in dan fade out.
Babak 1 (0-5 detik): judul "Apa sebenarnya peta kontur?" dengan subjudul miring "Bukan foto. Bukan lukisan.", lalu definisi singkat bahwa setiap garis menghubungkan titik-titik dengan ketinggian sama, dan daftar tiga pemakai dengan garis aksen warna: Pendaki (oranye), Insinyur sipil (cyan), Petani terasering (abu-abu). Teks muncul bertahap sementara bukit 3D sudah mengintip berputar di bagian bawah layar, lalu teks memudar sambil bukit langsung naik ke tengah sehingga layar tidak pernah kosong.
Babak 2 (5-13,5 detik): judul "Kenali bukit ini." Permukaan bukit 3D berupa lembaran persegi bersudut membulat dengan tepi tipis bercahaya yang tegas, berisi satu puncak curam, satu bukit landai yang lebar (kira-kira setengah tinggi puncak), dan satu lembah, diberi grid tipis dan diwarnai shader berdasarkan ketinggian: lembah cyan bercahaya, lereng abu-abu, puncak oranye menyala. Kamera berputar pelan. Label kapsul bergaris tepi dengan garis penunjuk muncul: "Puncak: 1.240 m" dan "Lembah: 310 m". Teks bawah menjelaskan bahwa setiap titik punya satu ketinggian, lalu sebuah bidang pemindai bercahaya naik dari lembah ke puncak dan meninggalkan garis kontur setiap 100 meter (setiap 500 meter lebih tebal), sementara bilah penunjuk "Bidang irisan" di bawah judul, dengan skala 300 m sampai 1.300 m yang terbaca jelas, menghitung ketinggian irisan dari 300 m sampai 1.240 m.
Babak 3 (13,5-20 detik): judul berganti "Lalu lihat dari atas." Kamera naik mulus ke pandangan tegak lurus dari atas, warna permukaan meredup sehingga garis kontur mendominasi seperti peta yang dibingkai kartu bersudut membulat dengan garis tepi tipis. Rotasi lalu berhenti, kamera mendekat perlahan, dan kilau halus merambat dari garis rendah ke garis tinggi. Dua label kapsul dua baris di area kosong peta: "Garis rapat / lereng curam" dengan garis penunjuk pendek ke cincin rapat di sisi puncak, dan "Garis renggang / lereng landai" di dalam cincin bukit lebar dengan penunjuk ke garis cincinnya. Teks bawah: "Semakin rapat garisnya, semakin terjal tanahnya." Penutup: "Dua dimensi di kertas, tiga dimensi di kepala." Semua gerak memakai easing halus, tanpa jeda diam.



