Explainer
Menembus Bumi Sampai ke Inti
Kamera menukik dari sawah berundak saat fajar ke sebuah lubang di lereng, lalu turun tanpa putus menembus kerak berlapis, mantel yang berpijar, lautan besi cair inti luar, sampai berhenti di atas bola besi padat inti dalam. Angka kedalaman, suhu, dan tekanan berjalan di pojok layar, dan bilah skala di bawah menandai tiap lapisan.
Prompt
Buat film sinematik 20 detik ukuran 1280x720 dalam satu file HTML dengan Three.js tanpa aset eksternal: kamera turun tanpa putus dari permukaan Bumi sampai ke pusatnya. Semua visual dibangun prosedural dengan shader raymarching layar penuh, partikel, dan bloom lembut. Buka di sawah berundak saat fajar dengan matahari rendah dan kabut hangat; kamera menukik ke lubang di lereng lalu menembus kerak: tanah gelap, lapisan batuan sedimen oker dan karat, granit berbintik, basal yang mulai retak merah. Lalu mantel: arus konveksi batuan berpijar merah jingga dengan kilau kristal olivin hijau. Lalu inti luar: lautan besi cair kuning jingga yang berpilin seperti pusaran, dengan percikan cahaya yang ikut berputar. Akhiri dengan bola besi padat inti dalam yang berpendar putih panas dan berfaset kristal, dilihat dari atas lengkungnya. Teks bahasa Indonesia kecil dan rapi: nama lapisan dan satu kalimat penjelas di kiri atas, kedalaman, suhu, dan tekanan yang terus berjalan di kanan atas, catatan saat melewati 12,2 km (lubang bor terdalam manusia), dan bilah skala tipis di bawah dengan empat ruas Kerak, Mantel, Inti luar, Inti dalam serta angka 0, 35, 2.900, 5.150, 6.371 km. Tutup dengan kalimat bahwa sisa 6.359 km hanya kita kenal lewat gelombang gempa. Gerak kamera halus dengan easing, tanpa jeda diam.



