Motion design
Peluncuran Musim Hujan
Film peluncuran bergaya fotokopi halftone hitam dan cyan yang memperlakukan musim hujan seperti produk baru. Setetes air bercahaya menjadi tokoh utama: ia mengikuti kalimat yang diketik, jatuh tepat di ketukan, memicu riak, kata kinetik TURUN, MERESAP, MENGALIR, angka curah hujan, payung yang terbuka, dan akhirnya mendarat menjadi logo.
Prompt
Buat film peluncuran 20 detik (1280x720) yang memperlakukan datangnya musim hujan seperti peluncuran produk baru. Gaya fotokopi halftone: latar hitam pekat, satu warna aksen cyan elektrik #28D2FF, teks putih sangat tebal (Inter Tight 900) dengan label kecil monospace (JetBrains Mono), butiran toner dan bintik fotokopi, serta transisi glitch blok piksel yang selalu jatuh tepat di ketukan 120 BPM. Semua latar dirender fragment shader WebGL sebagai pola titik halftone; teks dan grafis digambar di canvas 2D lalu ikut diproses shader; bingkai HUD (sudut, tanda silang, kode waktu) memakai SVG. Kamera mendorong pelan dan berdenyut di setiap ketukan.
Tokoh utamanya setetes air cyan bercahaya yang kilau putihnya bergerak seperti mata.
1) Kalimat "Langit menggelap. Angin berbalik arah." lalu "Bau tanah basah mulai tercium." diketik di bawah label "PRAKIRAAN CUACA · SORE INI"; tetesan di atasnya mengikuti kursor, menggembung, lalu jatuh ke genangan halftone di bawah dan memicu riak besar di antara riak hujan kecil.
2) Judul "Musim Hujan" versi fotokopi abu-abu dengan semburan titik cyan dan efek zoom berbayang, lalu versi bersih di latar hitam: huruf jatuh satu per satu seperti tetes hujan, tetesan kecil mendarat di atasnya, kotak label "SEGERA TIBA", gerimis tipis, dan koordinat lintang-bujur Indonesia di HUD.
3) Tiga kata kinetik, masing-masing dua detik: "TURUN." jatuh dan memantul di depan cincin riak konsentris yang terus lahir dari tetesan setiap ketukan; "MERESAP." di latar cyan dengan interferensi riak hitam, hurufnya terisi tinta dari atas lalu menetes; "MENGALIR." masuk huruf demi huruf bergelombang di antara arus halftone yang mengalir.
4) Angka "2.702 mm" (curah hujan rata-rata Indonesia per tahun) menghitung naik bersama penggaris pengukur, di samping bola air halftone berbayang dengan pola kaustik; lalu "6 bulan" dengan cincin 12 bulan di sekeliling bola yang menyala satu per satu dari Oktober sampai Maret.
5) "SIAPKAN PAYUNG." hitam di latar cyan dengan terowongan riak; payung hitam terbuka di tengah dan tetesan memantul dari atasnya.
6) Penutup: tetesan jatuh dan mendarat tepat menjadi logo tetes di samping wordmark "Musim Hujan", riak menyebar, lalu tagline "HUJAN PERTAMA, SEBENTAR LAGI." diketik.



