Explainer
Perjalanan Sebutir Kelapa
Koko, sebutir kelapa tua berwajah lucu, jatuh dari pohon ke laut, dibedah untuk menunjukkan kenapa ia bisa mengapung, lalu hanyut 110 hari di peta laut mengikuti jalur acak sampai terdampar dan bertunas di pulau baru.
Prompt
Buat video penjelas animasi 20 detik, 1280x720, sepenuhnya dari kode JavaScript di satu canvas 2D, digambar frame demi frame. Jangan pakai gambar, foto, atau video AI.
Topik: perjalanan sebutir kelapa menyeberangi laut.
Gaya: buku cerita yang hangat dan jenaka, seperti dibuat studio motion design profesional, bukan video AI. Beri kelapa itu kepribadian: namanya Koko, bulat, berwajah (dua mata oval dengan kilau putih, pipi merona, senyum kecil), sabutnya bergurat. Semua tokoh lain juga berwajah: kelapa muda di pohon, ikan, plankton, kepiting, awan, penyu, bintang laut, burung camar. Palet senja keemasan: langit #E2733F ke #FFD893 dengan pendar cahaya hangat di tengah, laut teal #62B3AE ke #22697A, pasir #F7D49A, vignette cokelat hangat dan grain kertas tipis. Tipografi: Fraunces tebal untuk teks dan judul, Caveat untuk anotasi tulisan tangan, JetBrains Mono untuk angka yang menghitung. Subtitle tertanam di kotak cokelat tua membulat di bawah tengah. Satu ide visual kuat per adegan, transisi iris melingkar yang membuka dari posisi Koko.
Adegan:
1. (0-4,3 dtk) Pohon kelapa condong di pantai saat matahari terbenam. Anotasi tulisan tangan 'ini Koko!' dengan panah melengkung yang tergambar ke kelapa cokelat di antara saudara-saudaranya yang hijau. Pengukur vertikal 'TINGGI POHON' terisi sambil angka menghitung 0 sampai 25 m, dengan catatan '(bisa sampai 30 m!)'. Koko bergoyang ('krek!'), jatuh berputar, lalu cipratan air dengan teks onomatope 'BYUR!' dan riak melingkar; saudara-saudaranya menatap ke bawah dengan mulut melongo.
2. (4,3-8,8 dtk) Tampilan setengah di atas, setengah di bawah air. Koko mengapung besar di tengah, lalu separuh kanannya terbelah menjadi penampang: kulit luar, sabut berserat penuh rongga udara yang berdenyut, tempurung, daging putih, air kelapa yang beriak, dan calon tunas di balik 'mata' kelapa. Label stiker kertas bertulisan tangan muncul satu per satu di kolom kanan, urut dari atas ke bawah sesuai letak lapisannya, dengan garis penunjuk siku yang rapi dan tidak saling bersilangan. Panah gaya 'berat' ke bawah dan 'daya apung' ke atas sama panjang. Di bawah air ada kerumunan plankton berwajah, ikan, sinar matahari menembus air, dan seekor ikan penasaran yang berhenti lalu bergumam 'blup?'.
3. (8,8-15,4 dtk) Peta laut bergaya buku cerita dari atas: pulau asal dan pulau baru, garis arus putus-putus yang mengalir, kompas, skala 1.000 km, dan papan penunjuk kayu terapung 'PULAU BARU 4.800 km'. Koko hanyut mengikuti jalur acak sungguhan (random walk dengan bias arus) yang dihitung kode dan meninggalkan jejak titik, dengan penanda hari 30, 60, 90. Kartu ringkas 'HARI DI LAUT' menghitung 0 sampai 110 dengan bilah progres, angka 'JARAK DARI POHON ASAL' naik seiring hari (sekitar 44 km per hari) sampai 4.800 km dengan catatan '(perkiraan, tiap kelapa beda)'. Lelucon visual: awan berwajah meniup 'wuuus!' dan mendorong Koko, burung camar menumpang sebentar ('numpang, ya!'), penyu lewat.
4. (15,4-20 dtk) Pantai pulau baru saat fajar. Koko terbawa ombak dan berguling ke pasir ('sreeet~'), anotasi 'hari ke-110: daratan!' yang panahnya baru tergambar ke Koko setelah ia mendarat, lalu hilang sebelum tunas muncul. Stiker '± 3 bulan kemudian' yang terhubung ke Koko lewat garis putus-putus, lalu 'POK!' dan tunas hijau tumbuh dengan daun membuka, akar cokelat tua menembus pasir dari bawah gundukan kecil dan tetap terlihat sampai akhir, kilau bintang. Kepiting melambai, camar mendarat di batu, pulau asal tampak kecil di cakrawala. Judul akhir 'Perjalanan Sebutir Kelapa' dengan '~ tamat ~'.
Subtitle: 'Kenalkan, ini Koko. Ia lahir di pucuk pohon kelapa.' / 'Begitu matang, Koko jatuh. Byur! Langsung ke laut.' / 'Sabutnya penuh rongga udara, jadi Koko bisa mengapung.' / 'Di dalam, air dan daging kelapa jadi bekal perjalanan.' / 'Arus dan angin mendorongnya ke arah acak, hari demi hari.' / 'Kelapa bisa terapung sekitar 110 hari dan tetap bisa tumbuh.' / 'Terdampar di pantai baru, beberapa bulan kemudian ia bertunas.' / 'Satu kelapa hanyut, satu pohon baru di pulau lain.'
Buat edukatif dan akurat, jujur soal angka perkiraan. Semua gerak halus dengan easing, tidak ada jeda diam lebih dari dua detik, dan frame terakhir rapi sebagai penutup.



