Motion design
Si Korek yang Takut Menyala
Di dalam kotak korek bergaya datar berwarna di latar biru malam, batang-batang korek satu per satu menggores, menyala, lalu terbang menjadi bintang rasi layang-layang. Satu korek kecil bermata menolak dan bersembunyi, sampai ia melihat ujung rasi itu masih kosong, lalu memberanikan diri menyala dan melengkapinya.
Prompt
Buat film pendek animasi 20 detik tentang sebatang korek api kecil yang takut dinyalakan. Gaya datar dan lembut di canvas 2D: latar biru malam pekat dengan vinyet, batang korek berbentuk pil membulat berwarna teal, lavender, merah muda, dan hijau dengan kepala merah jingga, tersusun berbaris di dalam baki kotak korek. Di kanan ada bidang gores cokelat bertekstur. Korek-korek melompat satu per satu, menggores bidang itu dengan percikan partikel, menyala, lalu terbang ke langit dan berubah menjadi bintang yang perlahan membentuk rasi layang-layang lengkap dengan ekor berpita, garis rasi tergambar setiap dua bintang menyala. Tokoh utamanya korek lavender pendek berkepala kuning dengan mata besar: awalnya tidur, terbangun, menggeleng dengan balon kata "Jangan aku...", lalu mundur gemetar. Saat kotak sudah kosong, ia menoleh ke langit dan melihat ujung atas layang-layang masih kosong dan berdenyut. Alisnya berubah mantap, muncul balon "Baiklah!", ia melompat ke bidang gores, menyala dalam ledakan percikan, terbang dengan jejak bara, dan mengisi ujung yang kosong sehingga seluruh rasi berpendar. Tutup dengan judul "Si Korek yang Takut Menyala" dan anak judul "Satu nyala kecil melengkapi langit." memakai font membulat Fredoka. Gerakan dengan easing lembut; kamera mendekat ke korek kecil saat ia sendirian di kotak kosong, lalu mundur perlahan saat langit terungkap, dan rasi layang-layang bergoyang pelan tertiup angin di akhir.



