Explainer

Siapa Tenggelam Duluan

Simulasi piksel sekitar tiga belas ribu partikel: minyak, air, madu, dan sirup dituang ke tabung kaca lalu saling menyelinap sampai tersusun menjadi empat lapisan menurut massa jenisnya. Di akhir, mur baja, butir anggur, dan manik kayu dijatuhkan dan masing-masing berhenti di lapisan yang sesuai.

Explainer · Canvas 2D, Fisika, Pixel art, Partikel · 20 detik · 720×1280

Prompt

Buat satu file HTML berisi simulasi cellular automaton cairan bergaya piksel (canvas 2D, grid 180x320 sel yang diperbesar 4x tanpa smoothing) dengan latar hitam kebiruan. Di tengah ada tabung kaca berdinding abu-abu, di atasnya pipa abu-abu dengan empat keran berwarna. Selama 20 detik, empat cairan dituang berurutan dari keran masing-masing sebagai aliran tetesan piksel yang kadang berjalan dua sekaligus: minyak goreng emas (0,92 g/cm³), air biru (1,00), madu cokelat amber (1,42), lalu sirup merah (1,30). Setiap sel cairan jatuh, menyebar ke samping, dan bertukar tempat dengan cairan yang lebih ringan di bawahnya, dengan peluang yang bergantung pada selisih massa jenis dan kekentalan, sehingga air terlihat menyelinap ke bawah minyak, madu menembus semuanya sampai dasar, dan sirup berhenti tepat di atas madu. Di kiri atas ada penghitung partikel bergaya font piksel, judul besar 'SIAPA TENGGELAM DULUAN?', dan satu kalimat penjelas yang berganti tiap tahap. Di kanan tabung, label nama dan massa jenis tiap cairan baru muncul setelah lapisannya terbentuk, mengikuti posisinya dengan garis penunjuk dan selalu tersusun dari yang paling ringan di atas. Setelah lapisan terbentuk, mur baja (7,8), butir anggur (1,10), dan manik kayu (0,70) dijatuhkan satu per satu dengan fisika gaya apung sederhana: mur tenggelam ke dasar, anggur tertahan di atas sirup, manik kayu mengapung di atas minyak. Tambahkan kilau riak halus pada cairan, kilap kaca dan garis ukur di dinding tabung, panah 'makin rapat' di sisi kiri, pita cahaya lembut yang menyapu turun melewati lapisan di akhir, dan tutup dengan kalimat besar di bawah tabung: 'Yang lebih rapat selalu turun ke bawah.' Semua gerak berbasis requestAnimationFrame dengan langkah simulasi tetap dan PRNG ber-seed.

Video Explainer lainnya

  1. Lipat Kertas Sampai ke BulanExplainer20 dtkLipat Kertas Sampai ke BulanVideo penjelas tentang penggandaan: selembar kertas setebal 0,1 mm dilipat berulang kali sampai tumpukannya melewati Bulan, dan setiap babak tampil dalam gaya visual yang sama sekali berbeda. Pergantian gayanya sendiri berupa layar yang terlipat dua, dari ilustrasi datar, terminal hijau, gim 8-bit, cetak biru, sampai halaman koran.Canvas 2D
  2. Api yang DijinakkanExplainer20 dtkApi yang DijinakkanVideo penjelas bergaya editorial gelap tentang sejarah singkat cahaya buatan dalam empat bab: pelita minyak, lampu gas jalan kota, bola lampu pijar, dan LED, masing-masing dengan diagram garis tipis yang menyala oranye. Ditutup linimasa dari api ke elektron.Canvas 2D · CSS
  3. Sejam Lebih Mata TerpejamExplainer20 dtkSejam Lebih Mata TerpejamDi atas kertas krem, angka serif besar menghitung kedipan mata dalam sehari sampai 14.400 sementara garis-garis kedipan memenuhi garis waktu 16 jam, lalu angkanya berubah menjadi 72 menit mata terpejam. Ratusan garis itu berkumpul menjadi satu blok merah, dan layar sendiri sesekali ikut berkedip seperti kelopak mata.SVG · CSSJuri 91
  4. Perpustakaan Benih Lumbung RanumExplainer20 dtkPerpustakaan Benih Lumbung RanumVideo penjelas bergaya halaman web editorial memperkenalkan Lumbung Ranum, perpustakaan benih warga fiktif: laci lemari katalog kayu terbuka dan sekantong benih padi gogo naik keluar, kisi sembilan benih lokal dengan hitungan 312 varietas, tiga alasan pentingnya di bagian gelap, lalu cara meminjam satu kantong dan mengembalikan dua. Penutupnya ikon lumbung yang tergambar sendiri, jam buka akhir pekan, dan barisan bibit padi yang tumbuh.SVG · GSAP · Canvas 2D
ArtikelSusun brief