Explainer
Kenapa Teh di Termos Tetap Panas
Animasi penjelas bergaya gambar tangan di kertas krem: teko menuang teh 90°C ke gelas kaca berwajah lucu di samping termos merah, lalu kulit termos terkelupas menunjukkan botol ganda, ruang hampa, lapisan perak, dan tutup rapat. Tiga cara panas kabur (rambatan, aliran, pancaran) diperagakan dengan titik dan gelombang panas, sampai enam jam kemudian gelas tinggal 32°C sementara termos masih 82°C.
Prompt
Buat video penjelas 20 detik, 1280x720, dengan Canvas 2D bergaya ilustrasi gambar tangan: garis cokelat tua yang sedikit bergetar seperti animasi digambar ulang 8 kali per detik, warna datar lembut, tekstur kertas krem berbintik, dan huruf tulisan tangan (Caveat dan Patrick Hand). Latarnya potongan sebuah ruangan dalam perspektif satu titik: dinding belakang krem, lantai papan kayu yang garisnya menyempit ke titik hilang, karpet bergaris dengan rumbai di bawah meja, jam dinding, rak kecil, pot tanaman, dan meja kayu di tengah. Di atas meja berdiri termos merah bata berbentuk botol (bahu membulat menyempit ke leher, tutup bertingkat dengan wajah tersenyum, pegangan di samping) dan sebuah gelas kaca bertelinga dengan wajah lucu di atas tempelan krem. Di dinding samping ada termometer besar untuk masing-masing, dengan angka suhu tulisan tangan. Kertas judul tersemat di atas bertuliskan 'Kenapa teh di termos tetap panas?' dan pita keterangan kertas di lantai menarasikan setiap adegan. Alur: (1) teko hijau menuang teh ke gelas sampai penuh, kedua termometer naik ke 90°C, termos masih tertutup dan hanya berpendar hangat; (2) kulit termos terkelupas dari atas ke bawah menjadi gambar belahan, titik-titik panas oranye di dalam teh baru terlihat, lalu muncul label panah tulisan tangan: tutup rapat, ruang hampa, lapisan perak, dinding ganda; (3) kartu kertas bergaris 'Rambatan' melayang masuk dengan penjelasan singkat dan kesimpulan 'gelas: bocor, termos: tertahan': dinding gelas menyala dan titik panas menembusnya lalu kabur, sedangkan di termos titik-titik memantul di tepi ruang hampa; (4) kartu 'Aliran': uap gelas membawa titik panas naik dan pergi, sedangkan di termos panah arus memutar balik di bawah tutup; (5) kartu 'Pancaran': gelombang berkelok tebal memancar melebar dari gelas ke seluruh ruangan, sedangkan di termos gelombang menyentuh lapisan perak, berkilat, lalu memantul kembali ke teh dengan warna kuning. Setiap label yang sedang dibahas disorot, sisanya meredup, dan kartu keluar dengan memudar di tempat. (6) Penutup: tulisan '6 jam kemudian' muncul di samping jam, jarum berputar cepat, termometer gelas turun ke 32°C, gelas menggigil kebiruan, termos tetap 82°C dan berkedip puas, lalu cap kertas 'Panas terkurung, teh tetap hangat.' dihentakkan di atas karpet dan bertahan sampai akhir. Semua teks berbahasa Indonesia.



