3D

Sungai Kelelawar di Langit Senja

Dari perahu yang terayun di laguna, matahari tenggelam di balik menara-menara karst sementara jutaan kelelawar keluar dari mulut gua dan mengalir seperti sungai hitam melintasi awan sisik ikan, lalu melintas di depan bulan sabit yang terbit. Dua baris puisi muncul dalam kolom tegak dan ditutup cap merah.

3D · Shader, WebGL, Canvas 2D, Partikel, CSS · 20 detik · 1280×720

Prompt

Buat video 20 detik 1280x720 tanpa gambar apa pun: seluruh langit dan air dihitung per piksel oleh satu fragment shader WebGL, lalu kawanan kelelawar digambar di atas Canvas 2D. Sudut pandang dari perahu yang mengapung di laguna, jadi kamera sedikit terayun naik turun dan miring pelan, dengan push-in halus. Langit senja bergradasi ungu lavender, merah muda, sampai jingga keemasan di cakrawala, penuh awan altokumulus sisik ikan prosedural (worley + fbm dalam proyeksi perspektif) yang diterangi matahari. Di cakrawala berdiri tiga lapis siluet menara karst berpuncak bulat dan bersisi curam, makin jauh makin pudar oleh kabut, plus garis hutan rendah di tepi air. Air laguna memantulkan semuanya lewat 9 gelombang sinus bertumpuk, dengan jalur kilau matahari yang berkelip. Linimasa: detik 0-3 matahari rendah menyentuh puncak karst dan beberapa kelelawar pertama keluar; detik 3-9 mulut gua di menara kiri memuntahkan pita kelelawar yang tebal dan berkelok ke kanan atas seperti sungai, setiap kelelawar mengepakkan sayap sendiri, bayangannya ikut terpantul di air; detik 9-14 matahari tenggelam, langit memerah lalu menjadi nila, sebuah cabang pita baru memisah ke kiri atas, dan lentera di perahu kecil yang tertambat mulai menyala dengan pantulan memanjang di air; detik 12-20 bintang muncul satu per satu, bulan sabit terbit di kanan sehingga pita kelelawar melintas di depannya, sampai arusnya menipis. Teks dalam kolom tegak di kanan, huruf serif Cormorant Garamond yang ditulis seperti kuas dari atas ke bawah: 'Senja membuka pintu gua,' lalu 'sejuta sayap mengalir ke langit.', ditutup cap merah bertuliskan SAYAP SENJA. Tinta teks berubah dari gelap ke krem saat malam turun. Di kiri atas ada keterangan kecil jam yang berjalan dari 17.48 ke 18.21 WIB. Tambahkan grain film tipis dan vignette.

Video 3D lainnya

  1. Perjalanan ke Dalam Sebutir Garam3D20 dtkPerjalanan ke Dalam Sebutir GaramKamera menukik tanpa putus dari pantai berpohon kelapa, gudang garam, dan kincir angin di tepi tambak garam ke meja garam, butir garam krosok yang bening, kristal hopper berundak, sampai kisi ion natrium dan klorida yang berundak. Penggaris skala di kanan atas mencatat lebar pandang, dan video ditutup kartu fakta jumlah pasangan ion dalam satu sendok teh garam.Three.js · Shader · Canvas 2D
  2. Teleskop Radio Pendengar Bima Sakti3D20 dtkTeleskop Radio Pendengar Bima SaktiHalaman web gelap untuk observatori radio fiktif bernama GEMA: antena parabola 3D dari puluhan ribu partikel menangkap cincin gelombang radio yang berdenyut, lalu saat halaman digulir partikelnya melebur menjadi tumpukan spektrum hidrogen Bima Sakti di samping angka-angka.Three.js · Shader · Partikel
  3. Paralayang Fajar di Atas Sawah3D20 dtkParalayang Fajar di Atas SawahSeorang pilot paralayang terbang saat fajar di atas sawah berundak yang airnya memantulkan langit merah muda, menembus kabut di atas desa, melintasi kawah gunung api yang berasap, lalu keluar di atas lautan awan saat matahari terbit. Nama lokasi berganti di kiri atas, sementara panel kanan atas menunjukkan jam dan ketinggian.Three.js · WebGL · Shader
  4. Lampion di Beringin Raksasa3D20 dtkLampion di Beringin RaksasaDiorama 3D sebuah pohon beringin raksasa bertajuk lebar seperti payung, dengan tirai akar gantung, ayunan, bale-bale bambu, dan puluhan lampion kertas di tengah hutan pohon bulat yang berkabut. Kamera mengitari lalu masuk ke bawah tajuk saat sore berganti senja, matahari tenggelam di balik awan, lampion menyala satu per satu dan kunang-kunang beterbangan.Three.js · WebGL · Partikel
ArtikelSusun brief