Interaktif

Kebun Susun Panen Pagi

Potongan isometrik gedung kebun hidroponik bertingkat di malam biru: robot memanen selada, kangkung, cabai, dan tomat di bawah lampu tumbuh magenta, peti sayur turun lewat tabung kaca, berputar di ban berjalan ruang kemas, lalu dimuat ke truk bak terbuka. Kursor otomatis memainkan simulasinya sampai target 24 peti tercapai dan truk masuk terowongan menuju pasar.

Interaktif · Three.js, WebGL, Partikel, CSS, Bisa dimainkan · 11 detik · 1280×720

Prompt

Buat simulasi kecil kebun hidroponik bertingkat di Three.js, lalu jadikan game manajemen yang memainkan dirinya sendiri. Tampilan potongan isometrik (OrthographicCamera) dengan latar gradasi biru malam berbintang tipis: gedung empat lantai tanam dengan rak dua tingkat dan lampu tumbuh magenta yang membuat interior berpendar pink sejak awal. Tiap lantai punya tanaman berbeda bentuk: selada berupa roset daun, kangkung batang tipis tinggi berdaun runcing, cabai semak kecil dengan buah merah lonjong, tomat merambat di ajir dengan buah bulat. Robot panen menyusuri rak, tanaman yang dipanen menyusut lalu tumbuh lagi. Peti sayur turun lewat tabung kaca bercincin cyan, berjalan di ban berjalan depan, berbelok ke ban belakang ruang kemas, lalu melompat ke bak truk sampai bak penuh tumpukan peti. Ruang bawah tanah terpotong lapisan tanah berbatu, berisi tandon air transparan dengan permukaan beriak dan gelembung, pompa, serta pipa nutrisi yang dialiri garis cahaya cyan naik ke tiap lantai. Atap berisi pembibitan, panel surya, dan kincir angin. HUD gelap minimalis: statistik di kanan atas, panel pesanan 'Panen Pagi' 24 peti dengan hitung mundur dan lencana Kilat (lencana hilang saat pesanan selesai), kontrol kecepatan dan opsi di kiri bawah, label melayang yang tidak pernah bertumpuk. Kamera mengorbit pelan. Kursor otomatis menekan Kilat, mengklik rak cabai untuk panen manual, lalu menyalakan Mode malam yang menggelapkan bagian luar gedung. Durasi 11 detik: di akhir muncul notifikasi target tercapai di bawah panel pesanan, kamera mendekat, dan truk berangkat masuk terowongan.

Video Interaktif lainnya

  1. Simulasi Traktor Bajak SawahInteraktif20 dtkSimulasi Traktor Bajak SawahSimulator 3D low-poly yang cerah: traktor oranye dengan petani bercaping membajak petak sawah jerami menjadi lumpur basah lajur demi lajur, diikuti burung kuntul putih, sementara HUD menampilkan kecepatan, gas, rem, persentase lahan, minimap, dan tombol yang menyala mengikuti autopilot. Di akhir lajur terakhir klakson ditekan, kuntul beterbangan, dan kamera naik memperlihatkan seluruh petak yang sudah menjadi lumpur dari tepi ke tepi.Three.js · WebGL · Canvas 2D
  2. Tarsius Pulang Sebelum FajarInteraktif20 dtkTarsius Pulang Sebelum FajarGame ASCII gelap di hutan hujan malam: seekor tarsius bermata besar melompat dari batang ke batang dan hanya melihat apa yang tersorot pandangannya, menangkap serangga bercahaya, lolos dari ular hijau dan burung hantu yang tersingkap kilat, lalu pulang ke lubang pohon ara tempat keluarganya menunggu saat fajar.Canvas 2D · Partikel
  3. Lampu Bagan Menjelang SubuhInteraktif20 dtkLampu Bagan Menjelang SubuhGame pixel art top-down yang memainkan dirinya sendiri: seorang nelayan muda berbaju merah di atas jukung menyalakan lampu tiga bagan di teluk malam, menarik jaring teri yang berkilau perak, menembus hujan, sambaran petir, dan kayu hanyut berbuih, lalu pulang ke dermaga saat laut berubah jingga keunguan oleh fajar. Layar dilengkapi HUD nyawa, minyak, jam, peta mini, target, kartu bab, dan kotak dialog.Canvas 2D · Pixel art · Partikel
  4. Kancil Melompati Punggung BuayaInteraktif20 dtkKancil Melompati Punggung BuayaGame platformer 2D yang memainkan dirinya sendiri: seekor kancil berselendang merah berlari di hutan hujan, memetik timun, memantul di bunga rafflesia, lalu menyeberangi sungai dengan melompat di punggung lima buaya sambil menghitungnya. Langit berubah jingga saat ia memakan belimbing ajaib, berlari kencang ke kebun timun, dan menutup babak di tiang bambu dengan kembang api serta kartu skor.Canvas 2D · Partikel · Fisika
ArtikelSusun brief