Explainer
Rahasia Klik Penanak Nasi
Gambar garis hitam di atas latar terang menjelaskan kenapa penanak nasi tahu kapan nasinya matang: suhu tertahan di 100 °C selama ada air, lalu kaca pembesar menunjukkan magnet termostat yang terlepas di 103 °C, tuas berbunyi klik, dan lampu pindah dari MASAK ke HANGAT. Di akhir, panci berisi gundukan nasi matang sementara panel log mengetik catatan suhu dan keterangan muncul kata demi kata.
Prompt
Buat video explainer 20 detik bergaya gambar garis SVG: garis hitam tipis yang menggambar dirinya sendiri di atas latar putih kehijauan, satu warna aksen oranye bata untuk panas, tipografi Geist yang bersih, penanda babak 01 / 03 sampai 03 / 03 di kiri atas. Babak 1: penampang penanak nasi dengan air, butir beras, gelembung, uap, elemen pemanas yang berpendar, dan termometer di kiri yang naik lalu tertahan di 100 °C. Lingkaran kaca pembesar lalu menyorot termostat di bawah panci dan membesar. Babak 2: detail berlabel (dasar panci, keping ferit, magnet, pegas, tuas) dengan garis medan magnet putus-putus, panah panas, dan lampu MASAK menyala; tanda 103 °C muncul di termometer. Babak 3: air surut, keping ferit memerah, suhu naik ke 103 °C, magnet jatuh, tuas terangkat dengan goresan oranye dan tulisan "klik" di ujungnya, lampu pindah ke HANGAT dengan centang, lalu kamera mundur lagi ke penanak nasi yang kini berisi gundukan nasi matang yang padat berlabel "nasi matang", sementara elemen pemanas meredup. Di kanan ada panel log monospace yang mengetik catatan suhu dengan kursor kotak dan baris penting yang tersorot gelap. Di bawah, keterangan berbahasa Indonesia muncul kata demi kata dari abu-abu ke hitam dengan sorotan oranye pada kata kunci, ditutup kalimat "Tidak ada jam di dalamnya, hanya air, magnet, dan fisika."



