Explainer
Rahasia Air Sejuk dalam Kendi
Cerita bergaya potongan kertas tentang Laras yang pulang dari sawah, mencoba air di botol kaca lalu di kendi tanah liat, dan heran mengapa air kendi lebih sejuk. Penampang dinding kendi menunjukkan air merembes lewat pori, menguap, dan membawa panas pergi, lalu Laras minum langsung dari corot kendi.
Prompt
Buat video penjelas vertikal 720x1280 berdurasi 20 detik bergaya ilustrasi potongan kertas (paper cut-out) seperti buku cerita anak: semua bentuk punya tepi kertas sobek yang sedikit bergerigi, bayangan lembut di bawah tiap lapisan, tekstur serat kertas di seluruh layar, dan tokoh dengan pinggiran putih seperti kain flanel. Lengan tokoh punya siku yang menekuk dan tangan bulat seperti sarung tangan; benda yang dipegang benar-benar tergenggam, jari tangan digambar di atas leher botol atau kendi, dan lengannya mengikuti benda itu (inverse kinematics sederhana). Gambar semuanya secara prosedural di canvas 2D, tanpa gambar luar. Tokohnya Laras, gadis desa berkulit sawo matang, rambut hitam dicepol dengan pita merah, blus kuning mustard dan kain batik hijau. Tiap adegan punya teks narasi di kartu kertas putih di bawah, dibaca kata demi kata: kata yang sedang dibaca merah, yang sudah dibaca biru tua, yang belum abu-abu. Label kecil berbentuk kertas dengan titik dan tali penunjuk muncul dengan easing memantul.
Adegan 1 (0-3,4 dtk): desa siang hari, langit biru kertas, matahari berputar pelan, awan melayang, lencana merah bulat bertuliskan 34°C, gunung, sawah berundak, deretan rumah warna-warni dan pohon kelapa. Laras bercaping berjalan pulang, label "Laras". Label "Laras" menunjuk ke samping bahunya. Narasi: "Siang itu, Laras pulang dari sawah."
Transisi: lembar kertas baru bertepi sobek naik dari bawah menutupi layar; kartu narasi lama hilang dulu sebelum lembar itu naik, dan kartu baru muncul setelah lembar mendarat.
Adegan 2 (3,4-6,6 dtk): dapur berdinding anyaman bambu, lantai papan kayu, jendela dengan awan bergerak, wajan dan caping cadangan tergantung berayun pelan, kalender kertas bergoyang di paku. Laras berdiri di balik meja kayu; botol kaca di kirinya, kendi tanah liat di kanannya. Ia kepanasan, mengipas wajah, keringat menetes. Narasi: "Ia haus dan mencari air minum."
Adegan 3 (6,6-9,8 dtk): tangan kiri Laras meraih botol kaca, menggenggamnya, dan mengangkatnya ke samping wajah, lalu menaruhnya kembali; garis panas bergelombang naik, wajahnya cemberut, label termometer merah 31°C dan label "botol kaca". Narasi: "Air di botol kaca terasa hangat."
Adegan 4 (9,8-13 dtk): tangan kanan Laras menggenggam leher kendi dan mengangkatnya, sebelas kilau bintang biru-putih yang cukup besar bermunculan di sekelilingnya, wajahnya tersenyum, label termometer biru 24°C dan label "kendi tanah liat". Narasi: "Tapi air di kendi justru sejuk!"
Transisi: lingkaran kertas membesar dari badan kendi.
Adegan 5 (13-16,8 dtk): penampang dinding kendi diperbesar: air biru di dalam, dinding tanah liat berpori, udara di luar. Tetes air bergerak lewat pori, menjadi butiran di permukaan luar, lalu menguap jadi gulungan uap putih yang tebal dan besar, masing-masing membawa bulatan panas jingga ke atas. Termometer di sisi air turun dari 31°C ke 24°C. Label "pori-pori", "uap air", "panas terbawa". Narasi dua bagian: "Air merembes lewat pori-pori," lalu "lalu menguap membawa panas."
Transisi: lembar kertas sobek naik lagi.
Adegan 6 (16,8-20 dtk): Laras menyangga dasar kendi dengan tangan kanan, mengangkatnya ke atas bahu dan memiringkannya sehingga corotnya mengarah ke bawah tepat di dekat mulutnya; pancuran air biru yang tebal melengkung dan bergoyang masuk ke mulutnya dengan percikan tetes kecil, matanya terpejam senang. Pita kertas merah bertuliskan "Kulkas Tanpa Listrik" muncul di atas. Narasi: "Kendi: kulkas tanpa listrik."
Palet hangat dan cerah: biru langit #9fd0e6, hijau sawah #7fb069, terakota #c4693f, kuning #f2b33d, kertas krem #f7efe1, merah #d23a4a, biru tua #2a3a7a. Gerak lembut dengan easing, kamera mendorong pelan di tiap adegan, tidak ada momen diam.



