Explainer
Kenapa Layangan Bisa Terbang
Catatan sketsa hitam putih menjelaskan layangan dalam empat halaman: judul pembuka, tiga syarat terbang dengan layangan kecil yang jatuh saat talinya putus, diagram empat gaya pada layangan wajik, lalu teknik tarik ulur yang membawa layangan naik dari 18 m ke 58 m dengan jejak titik berbentuk tangga.
Prompt
Buat video explainer vertikal 720x1280 berdurasi 20 detik tentang kenapa layangan bisa terbang, bergaya catatan sketsa tangan di atas latar putih bersih, dibangun dengan SVG dan JavaScript. Bahasa visual: garis hitam yang sedikit goyah seperti digambar spidol, judul tebal Plus Jakarta Sans dengan garis bawah biru yang tergores, kesimpulan dua baris dengan baris kedua merah bergaris bawah bergelombang, label kecil "Catatan Sains" dan "Seri Layangan" di kanan bawah, serta empat garis penanda halaman di kiri bawah. Semua elemen muncul dengan animasi draw-on (stroke-dashoffset), teks memudar dari abu-abu ke warna akhirnya, dan pindah halaman dengan geser horizontal yang halus (easing in-out).
Pembuka (0-1,5 detik): judul besar dua baris "Kenapa layangan bisa terbang?" dengan subjudul abu-abu "Syarat, gaya, dan cara menaikkannya", layangan wajik berarsir merah dan biru yang bergoyang, ekor berpita, tali yang keluar dari pojok kiri bawah, dan garis angin putus-putus yang mengalir.
Halaman 1 (2-7 detik): judul "Ringan saja tidak cukup". Tiga kotak sketsa tergambar berurutan dengan ikon garis yang terus bergerak: garis angin yang berayun, layangan dari samping yang miring ke arah angin dengan busur sudut biru, dan kaleng benang dengan layangan kecil di ujung tali. Teksnya "Angin yang stabil", "Sudut miring ke angin", "Tali yang menahan", lalu muncul tiga centang biru. Kesimpulan "Kurang satu saja," dan "layangan jatuh": kotak ketiga berubah merah dengan tanda silang dan tali di ikonnya putus. Sepertiga bawah halaman tidak kosong: sejak awal ada garis tanah berumput, kaleng benang kecil di kiri, dan layangan kecil yang terbang di kanan pada talinya. Saat kotak ketiga gagal, tali itu putus dan memantul balik ke kaleng, layangan kecil goyah lalu jatuh berputar ke tanah dengan debu kecil.
Halaman 2 (7-13 detik): judul "Empat gaya saling tarik". Diagram layangan wajik besar dengan rangka bambu dan busur, arsiran merah di bagian atas dan biru di bawah, ekor tebal berpita merah besar yang melambai, tali melengkung ke kaleng benang di atas tanah berumput, dan garis angin berlabel "Angin" yang mengalir dari kiri. Empat panah tergambar satu per satu dengan label: "Angkat" (biru, ke atas), "Hambatan" (ke kanan), "Berat" (merah, ke bawah), "Tarikan tali" (berawal dari titik ikat tali di tengah layangan dan berimpit persis dengan tali ke arah kaleng, labelnya di sisi terbuka tali). Diagramnya besar dan turun mengisi halaman sampai dekat kesimpulan. Kesimpulan "Kalau semuanya seimbang," dan "layangan melayang tenang".
Halaman 3 (13,5-20 detik): judul "Tarik ulur supaya naik". Tiga chip langkah bernomor "Tarik", "Ulur", "Ulangi" menyala biru bergantian lalu nomornya terisi biru. Orang lidi di tanah menarik dan mengulur tali dengan panah petunjuk biru, layangan naik meninggalkan jejak titik-titik biru tegas berbentuk tangga yang dijatuhkan dari posisi layangan sebelumnya (naik saat tarik, bergeser ke samping saat ulur), awan dan garis angin melintas, penggaris ketinggian 20 m, 40 m, 60 m dengan penanda biru, dan angka ketinggian biru di kanan atas menghitung dari 18 m sampai 58 m. Penutup "Angkat menang dari berat," dan "layangan terus naik" sementara layangan masih pelan-pelan naik sampai akhir, jadi tidak ada jeda diam.



