Explainer
Lab Pasir: Nada Menjadi Pola
Di sebuah laboratorium gelap bercahaya tembaga, kursor otomatis menggeser nada generator sinyal sehingga pasir di atas pelat kuningan yang bergetar berkumpul membentuk tiga pola garis simpul yang makin rumit. Peta getar berwarna menunjukkan bagian yang bergerak dan garis yang diam, lalu setiap pola tercatat di bingkai dinding.
Prompt
Buat explainer interaktif satu file HTML dengan Three.js tentang resonansi pelat bergetar: laboratorium gelap berdinding biru keabuan dengan cahaya hangat oranye, meja bundar dengan pelat kuningan persegi di atas tiang dan penggetar, generator sinyal berlayar amber di kiri, osiloskop di kanan, dan tiga bingkai arsip pola di dinding. Taburkan sekitar 16 ribu butir pasir (particles) di atas pelat. Simulasikan pola Chladni: pelat bergetar mengikuti fungsi mode f = cos(nπu)cos(mπv) ± cos(mπu)cos(nπv), butir pasir terlempar di bagian yang bergetar kuat dan bergeser ke garis simpul tempat f = 0. Amplitudo mengikuti kurva resonansi, jadi pasir hanya bergerak ketika nada dekat frekuensi resonansi 312 Hz, 905 Hz, dan 1810 Hz. Tambahkan lapisan shader 'Peta getar' di atas pelat: biru untuk getaran kecil, oranye untuk getaran besar, garis terang untuk simpul. UI bergaya lab: judul 'NADA MENJADI POLA' kiri atas dengan kata POLA oranye, panel pembacaan kanan atas (nada, mode, amplitudo, pola tercatat), keterangan berhuruf serif di bawah, dan bilah kontrol berisi slider nada, tombol mode, sakelar peta getar. Label kecil menunjuk tiap alat. Sertakan kursor autopilot selama 20 detik: menggeser slider ke 312 Hz, mengklik mode 2·5, menyalakan peta getar, menggeser ke 1810 Hz, lalu mematikan peta getar. Kamera bergerak dari sudut lebar ke tampak atas pelat lalu mundur ke arsip pola yang menyala. Pakai bloom halus, bayangan, dan material logam hangat.



